Tidak Ingin Konsep Sosialisasi Kebudayaan Disepelekan, FWJ Gelar Event ‘Budaya Satoe Hati’

Depok |
Forum Wartawan Jakarta (FWJ) kembali menggelar event bernuansa budaya berjudul “Konser Budaya Satoe Hati” di Lapangan Sanca, Jl Bhakti Abri, Sukamaju Tapos Depok Jawa Barat, Jum’at (29/11).

Ketua Forum Wartawan Jakarta Mustofa Hadi Karya mengemukakan, bahwa kali ini event yang ditampilkan bukan sekedar event, akan tetapi lebih kearah sosialisasi ‘Kebudayaan Harga Diri Bangsa’.

“Kali ini kita mengangkat unsur kebudayaan untuk mensosialisasikan Budaya Harga Diri Bangsa sebagai sosialisasi bahwa saatnya kebudayaan menjadi ujung tombak bangsa,” ujar Mustofa Hadi Karya.

Menurut pria yang akrab disapa Opan, sebagai wartawan yang juga pemerhati harus lebih memperhatikan hal-hal sensitif bangsa, meski kritis, namun tetap mengusung pilar demokrasi.

“Saatnya kita untuk maju guna mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri, karena kebudayaan adalah harga diri bangsa. Ketika kita tidak memiliki harga diri, maka bangsa ini akan jatuh dalam keterpurukan. Kita sepakat NKRI harga mati tapi kebudayaan adalah harga diri bangsa,” ucapnya.

Opan juga menegaskan, bahwa suatu bangsa akan hancur jika kebudayaannya diabaikan dan mematikan semangat generasinya. Terlebih jika sesuatu bangsa tidak mempunyai kebudayaan maka bangsa itu tidak memiliki harga diri.

“Untuk itulah mengapa Forum Wartawan Jakarta (FWJ) mensosialisasikan bagaimana kebudayaan ini disatukan dalam rasa, dalam hati yang dibalut dalam Konser Budaya Satoe Hati,” tuturnya.

Disebutkan oleh Opan, dirinya juga mengajak teman-teman agar tahu dan memahami bahwa tugas wartawan yang bekerja melakukan satu hal bukan seperti wartawan-wartawan yang hanya mengkritik tapi yang peduli terhadap kebudayaan.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pemerintah harus jeli dan memahami arah bangsa, Jangan sampai generasi selanjutnya tak mengenal budayanya sendiri. Kita miris ketika beberapa kebudayaan Indonesia akan menjadi punah, dan akhirnya mati. Bayangkan ketika kebudayaan bangsa ini diklaim diluar negri,” tukas Opan.

Oleh dari itu, ia mengkritik pemerintah, bahwa konsep sosialisasi kebudayaan jangan disepelekan. “Justru pemerintah harus mendukung full guna membangkitkan gairah kebangsaan,” pungkas Opan.

Sementara pegiat kebudayaan Jawa Barat, Deden Wahyudin memberikan apresiasi kepada FWJ atas acara yang digelarnya. Menurut Dede, ini satu bukti bahwa melalui Forum Wartawan Jakarta akan terbentuk kolaborasi yang kuat guna menggaungkan kebudayaan harga diri bangsa.

“Kita sepakat bahwa kebudayaan menjadi pilar bangsa, generasi harus paham dan mengenal budayanya. Apresiasi tinggi saya berikan kepada Forum Wartawan Jakarta untuk membangun kembali pondasi bangsa melalui konser budaya satoe hati,” terangnya.

Ditempat yang sama, Lurah Sukamaju Baru R Iwan Heru Kusuma mengatakan, dirinya mewakili warga Sukamaju Baru mendukung penuh dan mengaspirasi kedepan supaya konsep-konsep seperti ini terus diadakan.

“Guna membangun minat-minat jenis seni budaya yang ada di wilayah kita sendiri ini bisa terbangun karena memang kegiatan ini baru pertama kali diadakan,” ucap Lurah Iwan.

Dengan hiburan rakyat seperti ini, sambungnya, warga kami juga tidak usah jauh-jauh, di sini pertemuannya dan di sini juga bisa menjadi ajang silaturahim.

Dirinya berharap, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan ke depan juga bisa selalu optimis tidak di sini saja mungkin di tempat-tempat lain juga bisa seperti Sukamaju Baru.

Diungkapkan oleh Lurah Iwan, bahwa kebudayaan disekitarnya memang belum begitu berkembang, bukannya tidak ada ada seni budaya, memang belum begitu mencuat.

Lurah Iwan menjelaskan, bahwa ada beberapa kebudayaan yang masih dilestarikan diwilayahnya, diantaranya adalah Tari Topeng. “Kami bersama dengan pengurusnya sedang berusaha kalau memang semuanya terbentuk dengan kegiatan-kegiatan lainnya, kedepan kegiatan seni-seni yang ada di wilayah sini bisa terangkat,” imbuhnya.

Kegiatan Event Budaya Satoe Hati yang di mulai pukul 15.00 Wib dimeriahkan oleh beberapa artis, diantaranya Dimas Moersass, Ayu Gemulai, Dea Bacan, Fanny Sumapode, Yossi, dan Duo Singa.

Pada kesempatan itu juga tampak hadir Kepala Kantor Kesbangpol Kota Depok Hakim Siregar, Perwakilan dari Kodim 0508/Depok, perwakilan Polresta Depok, Ketua PWRI Kota Depok Iis Sudrajad, Sekjen Sekber Wartawan Depok Yohanes Hutapea, Ketua Ikatan Pemuda Bhakti ABRI Dody, serta DPC Brinus Depok.  

Berita: Mh | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: