Bali Jadi Tuan Rumah Kompetisi Siber Internasional C2C-CTF 2026
Badung – Gubernur Bali Wayan Koster membuka Kompetisi Keamanan Siber Internasional Country to Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026 di Hotel Padma Resort, Legian, Kuta, Badung, Selasa (11/8/2026).
Pembukaan kompetisi ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Koster di hadapan sejumlah undangan. Ajang keamanan siber internasional tersebut berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026.
Kompetisi C2C-CTF 2026 diselenggarakan Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), di bawah naungan International Cyber Security Center of Excellence (INCS-CoE).
Penyelenggaraan C2C-CTF menjadi bagian dari pengembangan Cyber Security Center of Excellence yang dibangun melalui kerja sama hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).
Program tersebut telah berjalan selama enam tahun dengan UI sebagai pelaksana dan Kemkomdigi sebagai mitra pemerintah dalam pengembangannya.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar dalam sambutan yang disampaikan secara daring mengatakan, penyelenggaraan C2C-CTF 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas talenta siber Indonesia sekaligus memperluas kerja sama internasional menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Menurut Alexander, perkembangan geopolitik global turut mendorong peningkatan serangan siber yang tidak lagi mengenal batas negara. Kondisi tersebut membuat setiap negara perlu memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang keamanan siber agar mampu merespons berbagai ancaman baru di era digital.
“Pengembangan talenta menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan siber nasional,” kata Alexander dalam sambutannya.
Kemkomdigi, lanjut dia, mendukung C2C-CTF 2026 karena kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dan peneliti keamanan siber dari berbagai negara. Selain berkompetisi, para peserta dapat bertukar pengetahuan sekaligus menguji kemampuan teknis dalam menghadapi beragam skenario ancaman digital.
Diikuti 81 Peserta dari 13 Negara
Rektor UI Prof. Heri Hermansyah melalui sambutan yang disampaikan dalam tayangan video turut menyambut positif penyelenggaraan C2C-CTF 2026. UI, kata dia, bangga dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kompetisi keamanan siber berskala internasional tersebut.
C2C-CTF 2026 diikuti 81 peserta dari 13 negara, yakni Indonesia, Jepang, Australia, Hong Kong, Singapura, Bangladesh, Kamboja, Inggris, Kazakhstan, Laos, Filipina, Spanyol, dan Amerika Serikat.
Kompetisi juga melibatkan perwakilan sejumlah perguruan tinggi dunia, antara lain University of Cambridge, Keio University Jepang, Royal Holloway University of London, Edith Cowan University Australia, The University of Melbourne, Cambodia Academy of Digital Technology, National University of Laos, Institut Teknologi Bandung, dan UI.
Indonesia menjadi tuan rumah C2C-CTF 2026 melalui UI dengan menggandeng Universitas Udayana sebagai mitra pelaksana kegiatan di Bali.
Penyelenggaraan di Bali menjadi capaian penting bagi kompetisi tersebut. Sebelumnya, C2C-CTF telah digelar di sejumlah perguruan tinggi terkemuka dunia, antara lain Royal Holloway University of London, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Keio University Jepang, Edith Cowan University Australia, serta Northeastern University di Boston.
Kehadiran peserta dan perguruan tinggi dari berbagai negara menjadikan C2C-CTF 2026 tidak hanya sebagai kompetisi kemampuan teknis keamanan siber, tetapi juga sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring internasional.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Indonesia khususnya Bali mendapat kesempatan memperkuat posisi sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi keamanan siber global, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta digital yang mampu menghadapi perkembangan ancaman siber lintas negara. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)

