KLHK dan FAO Jajaki Kerja Sama Perkuat Kendali Perubahan Iklim Hutan Lahan

Jakarta |
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menerima kunjungan Representative Agriculture Organization (FAO) Stephen Rudgard, di ruang kerjanya, di Jakarta, Senin (4/10).

Pertemuan Siti Nurbaya dengan Stephen Rudgard membahas rencana tindak lanjut kerja sama yang telah dan sedang dilaksanakan, serta kerja sama baru.

Pada kesempatan itu, Stephen Rudgard menyampaikan ucapan selamat kepada Siti Nurbaya yang telah dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri LHK pada Kabinet Indonesia Maju.

Selanjutnya Representative FAO itu menanyakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan Menteri Siti pada periode 2019-2024 mendatang.

menanggapi itu, Siti secara singkat menyampaikan hal-hal yang menjadi penekanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat dirinya kembali terpilih menjadi Menteri LHK, yaitu urusan industri hijau, hutan sosial, carbon trading, serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Kerjasama baru antara FAO dengan KLHK berjudul Strengthening Indonesian Forest and Land Monitoring for Climate Actions.

Rancangan proyek ini bertujuan untuk memungkinkan Indonesia meningkatkan pengelolaan hutan dan lahan, serta mengatalisasi aksi mitigasi perubahan iklim, sebagai kontribusi signifikan terhadap komitmen global untuk menahan peningkatan suhu rata-rata global hingga di bawah 2 derajat Celcius.

Proyek kerja sama baru ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknis dan koordinasi kelembagaan untuk National Forest Inventory (NFI) dan National Forest Monitoring System (NFMS).

Disamping itu, proyek ini juga akan merancang ulang kedua sistem di atas agar berkelanjutan, dan sesuai dengan tujuan yang akan lebih memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan.

KLHK dan FAO sebelumnya juga telah melakukan berbagai kerjasama, diantaranya adalah kolaborasi terkait peningkatan tata kelola hutan dan implementasi legalitas kayu dalam Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

KLHK dan FAO telah menandatangani perjanjian kerjasama FAO-EU Forest Law Enforcement, Governance, and Trade (FLEGT) Programme pada 24 Mei 2018.

Perjanjian tersebut memberikan dukungan bagi inisiatif-inisiatif oleh lembaga pemerintah, sektor swasta, LSM dan para pihak lainnya dalam rangka penguatan implementasi SVLK dan Perjanjian FLEGT VPA antara Indonesia dan Uni Eropa, termasuk untuk usaha kecil dan menengah.

Proposal Proyek Kerjasama tentang Invasive Alien Plant Species (IAPS) yang akan dilaksanakan sangat terkait dengan bidang tugas KLHK Cq Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, dimana Indonesia harus mengamankan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan konservasi.

“Dengan rencana kerjasama ini diharapkan kejadian seperti meluasnya pohon Acacia nilotica di Taman Nasional Baluran tidak terjadi di kawasan lain,” harap Menteri Siti.

Tentang rencana kajian The Causes of Fire and How to Address Them, sambungnya, Kementerian LHK akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. “Karena sebagian besar kejadian kebakaran lahan yang terjadi pada tahun 2019 ini merupakan penyiapan kegiatan pertanian/ perkebunan dan harus menerapkan penyiapan lahan tanpa bakar,” jelas Siti.

Pada kesempatan tersebut Stephen Rudgard juga menyampaikan informasi kepada Menteri Siti, bahwa saat ini sudah ada Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu (sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian Tiongkok) yang akan mengkoordinasikan kegiatan pertanian secara luas bagi anggota FAO.

Menteri Siti menitipkan kepada Stephen buku SoIFo dan Time for Change (Saatnya Berubah) untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal FAO. “Agar Mr. Qu dapat mengetahui bagaimana status hutan Indonesia dan apa yang telah dilaksanakan Menteri LHK memimpin KLHK selama tahun 2014-2019,” katanya berpesan.

FAO telah mendukung penyusunan buku State of Indonesia’s Forest (SoIFo) yang memuat langkah-langkah korektif mendasar dan besar-besaran Pemerintah Indonesia dalam sektor kehutanan.

Menteri Siti meluncurkan SoIFo di Jakarta, di hadapan para Duta Besar negara sahabat, dan perwakilan organisasi internasional di Indonesia tahun 2018 lalu. SoIFo juga disampaikan dalam forum Committee on Forestry (COFO) 2018 di kantor pusat FAO, di Roma, Italia pada tahun yang sama.

Turut mendampingi Menteri LHK menerima FAO Representative, Direktur Jenderal PPI, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Direktur Jenderal KSDAE, Kepala Biro KLN, Kepala Biro Humas KLHK dan Adam Gerrand, Forestry Officer FAO.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: