Kapolda Bali Hadiri Acara Webinar Pengobatan Integratif Wisata Medis dan Pemulihan Wisata Bali Pasca Covid-19

Denpasar |
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menghadiri acara Web Seminar (Webinar) Nasional Medical Tourism Integrative Medicine For Post Covid Recovery Program And Recover Bali Tourism, yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, Badung, Bali, Rabu (31/3).

Acara yang digagas oleh Fakultas Kedokteran Unud menghadirkan Menteri Periwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra melakukan pemukulan gong pembukaan acara webinar. (Foto: Istimewa)

Pada acara webinar yang bertemakan ‘Exercise Therapy and Balinese Holistic Therapy as an Integrative Rehabilitation for Post Covid-19 Infection: an Innovative Model to Recover Bali Tourism’ itu, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa dalam menanggulangi pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali selama ini selalu menggandeng banyak pihak, salah satunya adalah akademisi.

“Saat ini Pemprov Bali berkomitmen untuk menuntaskan vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok agar bisa membuka pariwisata sesegara mungkin,” ujarnya.

Dirinya berharap sinergitas antar institusi perguruan tinggi seluruh Bali dengan pemerintah daerah baik Provinsi dan kabupaten kota terus ditingkatkan, apalagi dalam suasana Pandemi yang sangat memerlukan kerja keras dan semangat gotong royong dari semua pihak.

“Saya yakin para akademisi dengan segudang pakar kesehatan, ekonomi dan pariwisata sudah mulai memikirkan bagaimana langkah-langkah pemulihan Bali dari sisi kesehatan maupun recovery dari pariwisata kita,” tuturnya.

Wagub Cok Ace juga mengharapkan berbagai teori ataupun kajian-kajian bahkan penelitian-penelitian yang dilakukan civitas akademika nantinya betul-betul dapat diimplementasikan dengan baik.

“Sehingga harapan kita melalui webinar nasional ini akan ada secercah harapan bagi kita semua untuk terbebas dari belenggu pandemi Covid-19 dan Bali dapat bangkit seperti dulu lagi dengan tentunya geliat pariwisata kita akan hidup kembali,” pungkasnya.

Sementara itu Menparekraf Sandiaga Uno dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap ide cemerlang medical tourism yang bakal diterapkan di provinsi berjulukan ‘Pulau Seribu Pura’ itu.

“Bali mempunyai kelebihan dibandingkan negara-negara lain yaitu budaya dan kearifan lokal. Jika kita bisa mengemas wisata kesehatan dengan kearifan lokal, apalagi Unud merancang sebuah pengobatan tradisional Bali, itu bisa menjadi nilai plus untuk program ini,” ucapnya.

Diakui oleh pria yang akrab disapa Sandi itu, bahwa Bali telah mempunyai modal berupa beberapa rumah sakit yang siap mengusung program tersebut, yaitu RSUP Sanglah Denpasar, BIMC Hospital Nusa Dua, dan Siloam Hospital Denpasar.

Jika bisa berkembang dengan baik, sambungnya, tentu saja sarana prasarana rumah sakit bisa ditingkatkan ke depan, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan juga bagi masyarakat Bali.

Ia juga mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar berpartisipasi dalam melancarkan program yang dicanangkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bali yang berdiri pada 29 September 1962 itu.

“Saat ini kita sedang fokus untuk vaksinasi masyarakat Bali serta tenaga kerja di bidang pariwisata. Setelah program vaksinasi tuntas tentu kita langsung quick wins rencana aksi tersebut,” imbuh Sandi.

Pada kesempatan itu tampak hadir mendampingi Kapolda Bali, Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Bali Kombes Pol A Nyoman Edy PW. Juga para petinggi Unud, diantaranya adalah Rektor Universitas Udayana AA Raka Sudewi, dan Dekan Fakiltas Kedokteran Unud I Ketut Suyasa.

Berita: Gate 13 | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: