April 16, 2024

Gubernur Bali Terima Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023

Denpasar |
Gubernur Bali Wayan Koster meraih penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023 kategori Pelopor Wisata Ramah Lingkungan dari TV One pada, di Studio TV One, Jakarta, Sabtu (25/2).

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan pembangunan daerah Bali dilakukan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia, Niskala – Sakala.

“Inilah yang dijadikan spirit untuk menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif dengan meliputi tiga unsur, yaitu pertama menjaga alam, agar alam Bali bersih, kedua membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dan ketiga memperkuat budaya dengan memperhatikan unsur-unsur adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujarnya.

Pada bidang pariwisata, lanjut Koster, karena Bali merupakan tujuan utama wisata dunia dan banyak yang tahu bahwa Bali lebih terkenal daripada Indonesia, maka pembangunan pariwisata Bali yang kami lakukan adalah pariwisata yang berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat.

“Jadi Bali ini tidak bisa lepas dari budaya, karena kekuatan utama dan aura-nya Bali ada di budaya. Sehingga hal ini harus dijaga dengan baik, konsisten dengan komitmen yang kuat,” tegas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya menyatakan pariwisata Bali harus naik kelas untuk bisa bersaing dengan negara di dunia, seperti Singapore, Thailand, hingga Malaysia.

Untuk mewujudkan pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat diiringi dengan pariwisata yang ramah lingkungan, maka Gubernur Bali, Wayan Koster secara totalitas menata kepariwisataan Bali melalui kebijakan, diantaranya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik, Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali, Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, dan Pergub Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

Menurut Koster kebijakan tersebut disambut antusias oleh pelaku pariwisata di Bali pada tanggal 31 Mei 2022 di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, dimana pelaku pariwisata Bali dengan kompak berikrar selenggarakan pariwisata yang harmonis terhadap alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Ditegaskan oleh Gubernur Bali, di provinsi berjulukan ‘Pulau Seribu Pura’ saat ini hotel dan restaurant di Bali tidak boleh menggunakan tas kresek, sedotan plastik, hingga styrofoam. Kemudian, pangan yang digunakan di hotel adalah pangan yang sehat dan berkualitas dengan memanfaatkan pangan yang bersumber dari pertanian organik. Untuk itu, Koster menggarisbawahi Bali kedepannya akan menjadi Pulau Organik pada tahun 2024.

“Selanjutnya, energi di Bali harus energi yang bersih dan ramah lingkungan. Maka dari hulu sampai ke hilir pembangkitnya tidak boleh menggunakan pembangkit yang berbahan bakar fosil batubara dan minyak, lalu di hilirnya juga sedang bertransisi menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” jelas Gubernur Bali jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sembari menyatakan kebijakan tersebut diberlakukan agar pariwisata Bali berkualitas, berkelanjutan dengan tetap menjaga kebudayaan Bali.

Gubernur Bali menegaskan penyelenggaraan pariwisata Bali yang ramah lingkungan bukanlah beban, namun menjadi kebutuhan untuk menjaga ekosistem alam dan keanekaragaman hayati supaya terjaga dengan baik. “Sehingga menghasilkan kehidupan yang sehat berkat air dan udara-nya yang bersih disertai dengan sistem pertaniannya yang organik,” kata Wayan Koster mengakhiri sambutannya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meraih penghargaan kategori Pelopor Toleransi dan Kerukunan yang diserahkan secara langsung oleh Chief Executive Officer TV One Taufan EN Rotorasiko.

TV One juga memberikan penghargaan kepada Wali Kota dan Bupati, seperti Walikota Surabaya Eri Cahyadi mendapatkan penghargaan kategori Inovasi Pelayanan Digital, Walikota Malang Sutiaji mendapatkan penghargaan kategori Pusat Edukasi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, dan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mendapatkan penghargaan karena mampu menjadikan Kota Makassar sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur.

Sedangkan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi meraih penghargaan kategori Pemerintahan Terpadu dengan Konsep Pentahelix, dan Bupati Pamekasan Badrut Tamam meraih penghargaan kategori Penggerak Reformasi Birokrasi.

Dalam sambutannya Taufan EN Rotorasiko menyampaikan keluarga besar TV One mengucapkan selamat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Kepala Daerah yang telah bekerja keras membangun negeri dan mempersembahkan capaian terbaik untuk seluruh rakyat.

“Kami sungguh bangga atas segala capain yang bapak atau ibu torehkan, penghargaan dan prestasi yang telah bapak atau ibu capai ini tentu tidak membuat bapak atau ibu untuk berhenti memperjuangkan cita-cita mensejahterakan masyarakat dan kita semua justru tidak boleh terlena, sebab tantangan di masa depan jauh lebih berat. Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi bapak atau ibu semua untuk terus meningkatkan prestasi. Mari kita jadikan hasil pencapaian ini sebagai pemicu semangat agar Indonesia menjadi semakin maju dan semakin berjaya,” pungkasnya.

Berita: Red/Gate 13 | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.