Menteri PPPA Apresiasi Peluncuran RBI di 63 Kelurahan Depok, Dinilai Terobosan Nasional
Depok – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menghadiri peluncuran program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang dilaksanakan serentak di 63 kelurahan di Kota Depok, Minggu (26/04/26).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok serta Hari Kartini.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menilai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai terobosan penting dalam upaya penguatan peran perempuan dan perlindungan anak yang dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat kelurahan.
“Bahagia sekali karena ini baru satu-satunya kabupaten/kota yang melaksanakan launching dengan seluruh kelurahannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan RBI di Depok berbeda dibandingkan daerah lain yang umumnya masih terbatas pada beberapa desa atau wilayah tertentu.
“Beberapa kabupaten/kota yang di-launching adalah beberapa desa, tapi ini sebuah kerjaan yang luar biasa yang diinisiasi oleh Bapak Wali Kota,” katanya.
Menurutnya, konsep RBI sejatinya telah sejalan dengan berbagai program yang sebelumnya sudah dijalankan di Kota Depok, sehingga implementasinya tinggal diperkuat dan dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Dan ternyata apa yang diinginkan dalam RBI sudah dilakukan di Kota Depok. Ini sebetulnya tinggal melanjutkan dan menguatkan saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program RBI sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Karena setiap persoalan itu tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Jadi harus ada kolaborasi dan sinergi seperti yang diinginkan oleh Bapak Presiden,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA juga meninjau langsung aktivitas masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang tetap aktif dan produktif di lingkungannya.
“Ini topi yang saya pakai adalah karya mereka. Di mana mereka yang usia lansia tetap produktif dan tetap bersemangat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap kelurahan memiliki karakteristik dan fokus program masing-masing, namun seluruhnya tetap diarahkan pada penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sosial.
“Masing-masing kelurahan pasti punya spesifikasi tersendiri dan fokus-fokus tersendiri. Tapi pada intinya adalah bagaimana menguatkan ketahanan keluarga,” katanya.
Menteri PPPA juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menopang ketahanan keluarga dan masyarakat secara luas.
“Karena keluarga yang berdaya ditopang oleh perempuan yang berdaya. Kalau keluarga berdaya, kelurahannya akan berdaya, dan Indonesia juga akan berdaya,” ungkapnya.
Ke depan, Kementerian PPPA menargetkan program RBI dapat direplikasi secara nasional melalui penguatan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
“Harusnya seluruh Indonesia menjadi target kita. Karena kita bersama-sama dengan kementerian lain dan fokusnya sekarang di tingkat desa, jadi kita bergandengan tangan bersama-sama,” tandasnya. (Red/Alz/Foto: Ist.)

