Tidak Hapus Konten Asusila, Pemerintah akan Blokir Whatsapp

Jakarta |
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bakal mempertimbangkan memblokir aplikasi WhatsApp jika tidak menurunkan konten asusila.

Konten asusila yang dimaksud ,diketahui dari pihak ketiga yang dapat diakses melalui aplikasi layanan berbagi pesan tersebut.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, WhatsApp tidak boleh lepas tangan karena ini ada di platformnya, harus menegur.

Jika tidak ada tindakan serius, Kemenkominfo akan melakukan blokir. “Kalau tidak, kami terpaksa men-Telegram-kan,” tegas Semuel Abrijani Pangerapan, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/11).

Menurut Semuel, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Facebook, selaku pemilik platform berbagi pesan tersebut, sejak mendapat laporan dari masyarakat pada Minggu (5/11).

Semuel menyebutkan, Kementerian sejak Minggu malam sudah tiga kali mengirimkan surat peringatan pada Facebook terkait temuan konten pornografi tersebut, terakhir mereka mengirimkan peringatan pada Senin pagi. “2 kali 24 jam setelah peringatan terakhir, mereka harus respons,” ujarnya.

Sementara itu, dilansir Antara, pihak WhatsApp melalui pernyataan terpisah menyatakan menggunakan pihak ketiga untuk menyediakan fitur GIF dalam aplikasi tersebut dan tidak dapat mengontrol langsung.

Menanggapi hal tersebut, Semuel menyatakan mereka sudah memblokir penyedia GIF tersebut, namun meminta WhatsApp aktif mengatasi kasus ini. “Memang (enkripsi) end-to-end, WhatsApp tidak bisa pantau. Tapi, ini layanan yang terkoneksi dengan sistem WhatsApp, jadi mereka harus lakukan pembersihan,” pungkasnya.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Ilustrasi/aptika.kominfo.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.