Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Mulai Urai Kemacetan
Badung – Upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam menata dan mengendalikan lalu lintas di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, mulai menunjukkan hasil positif.
Penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) pada sembilan persimpangan sejak Desember 2025 terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan dan meningkatkan kelancaran arus, terutama pada jam-jam puncak.
Perubahan pola arus di sejumlah ruas strategis mendorong pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib dan terstruktur. Kepadatan yang sebelumnya kerap terjadi secara signifikan berangsur berkurang, meski volume kendaraan di kawasan dengan mobilitas tinggi tersebut masih tergolong padat.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, didampingi Sekda Badung Surya Suamba, unsur kepolisian, dan jajaran teknis, menyampaikan apresiasi atas kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Badung bersama Polres Badung dan Polresta Denpasar dalam pelaksanaan MRLL, Kamis (8/1) di Puspem Badung.
Menurutnya, kebijakan rekayasa lalu lintas merupakan langkah strategis yang harus dijalankan secara konsisten dan terukur.
“Dari laporan lapangan, pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini sudah mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurai kemacetan,” ujar Adi Arnawa.
Bupati menegaskan MRLL perlu terus dilanjutkan agar masyarakat memiliki waktu beradaptasi dengan pola arus baru. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan responsif terhadap dinamika lapangan.
Selain itu, ia menginstruksikan percepatan pembenahan sarana dan prasarana lalu lintas, termasuk perbaikan geometrik persimpangan, penambahan dan perbaikan rambu, serta penataan utilitas pendukung seperti pemindahan tiang listrik yang berpotensi menghambat kelancaran arus.
“Evaluasi harus terus dilakukan agar setiap kekurangan bisa segera diperbaiki. Rambu-rambu perlu ditambah agar pengguna jalan lebih mudah memahami pengaturan lalu lintas,” tegasnya.
Untuk menjamin kelancaran implementasi MRLL, Bupati juga meminta penyiagaan dan penambahan petugas di lapangan pada jam-jam sibuk, serta menginstruksikan Dishub Badung mengkaji ruas jalan lain yang berpotensi diterapkan rekayasa serupa guna penanganan kemacetan secara komprehensif.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung AA Ngurah Rai Yuda Darma menyampaikan bahwa MRLL merupakan langkah konkret Pemkab Badung menjawab persoalan kemacetan yang telah lama menjadi perhatian masyarakat Kerobokan Kelod.
Dishub secara berkelanjutan melakukan pemantauan dan evaluasi harian untuk menyesuaikan volume kendaraan dengan kapasitas jalan.
“Secara umum, arus lalu lintas terpantau padat lancar pada jam sibuk dan relatif lancar di luar jam puncak. Sistem satu arah mulai menunjukkan dampak positif dengan waktu tempuh yang lebih efisien, meskipun jarak tempuh sedikit bertambah,” jelasnya.
Dishub Badung mencatat masih terdapat sumbatan di beberapa mulut simpang yang akan ditindaklanjuti melalui rekomendasi pelebaran infrastruktur.
Respons masyarakat dinilai sebagai bagian dari proses adaptasi, sementara dukungan juga datang dari pelaku transportasi yang merasakan manfaat langsung kebijakan tersebut. (Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

