Jokowi: 2019, Bali Provinsi Pertama Semua Pemilik Tanah Pegang Sertifikat

Denpasar |
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan telah menerima laporan, saat ini 1.343.141 bidang tanah dari 1.838.503 bidang tanah yang ada di Provisi Bali telah bersertifikat.

Sisanya, sebanyak 495.362 bidang tanah belum bersertifikat dan akan diselesaikan dalam 2 tahun ke depan.

Untuk itu, Presiden Jokowi menargetkan di tahun 2019 mendatang, Provinsi Bali akan menjadi provinsi pertama yang semua pemilik tanah akan pegang sertifikat.

“Tahun depan (2019) Provinsi Bali adalah provinsi pertama yang semua pemilik tanah akan pegang sertifikat,” sebut Presiden Jokowi usai meninjau pelaksanaan padat karya tunai irigasi kecil dan jalan produksi di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, Jumat (22/2).

Kepemilikan hak atas tanah, sambung Jokowi, memang wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria.

Ditegaskan Presiden Jokowi, sertifikat menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum sehingga memberikan rasa aman kepada pemiliknya. “Sudah tidak ada yang bisa mengklaim karena di sertifikat ada nama serta luas,” katanya.

Disebutkan Jokowi, dari 126 juta bidang tanah yang ada hingga tahun 2017 baru 51 juta bidang tanah yang bersertifikat, karena penerbitan sertifikat hak atas tanah sebelumnya hanya menghasilkan 500 ribu sertifikat setiap tahunnya di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah mempercepat proses sertifikasi tanah dengan target 5 juta sertifikat pada tahun 2017.

“Target tahun ini sejumlah 7 juta sertifikat dan untuk tahun depan sejumlah 9 juta sertifikat,” ujar Jokowi seraya menyerahkan 15.000 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Tabanan.

Presiden Jokowi juga berpesan, agar masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman, juga melakukan kalkulasi terlebih dahulu apabila ingin mengagunkan sertifikatnya di bank.

“Hati-hati pinjam di bank. Kalau dapat gunakan semua untuk kerja, investasi, modal kerja. Jangan dipakai apa-apa dulu. Kalau untuk menabung setelah cukup, beli motor, mobil silakan,” pesan presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.