Selamat dari Tragedi KMP Yunicee, Pemkab Jembrana Tanggung Beasiswa Aurel

Jembrana l
Pasca tenggelamnya kapal KMP Yunicee pada (29/6) lalu, sejumlah penumpang sudah berhasil dievakuasi petugas dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Beberapa diantaranya belum bisa diketemukan sampai saat ini.

Salah satu penumpang bernama Aurel (11) merupakan salah satu dari yang selamat dari lima orang keluarganya yang turut menjadi korban musibah tenggelamnya KMP Yunicee. Nenek dari Aurel sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan kakek, ayah, dan kedua saudaranya sampai saat ini masih dalam pencarian.

Peristiwa yang sangat menyedihkan itu oleh Bupati I Nengah Tamba dengan cepat ditindaklanjuti dengan menghadirkan pihak PT Jasa Raharja cabang Bali pada Rabu (7/7). Pertemuan yang berlangsung di Ruang VIP, Bupati yang juga didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Negara Triono Rahyudi, Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) I Made Budiasa beserta Asisten 3.

Untuk memulihkan kondisi secara psikologis terhadap kejiwaan Aurel, Bupati Tamba menyampaikan perlunya pendampingan secara berkelanjutan.

“Pasca peristiwa naas itu tentu menjadi tekanan psikis terhadap kejiwaan Aurel. Ini disebabkan saat kejadian seluruh anggota keluarganya meninggal dunia. Maka dari itu, saya berharap Aurel senantiasa mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Sedangkan dari PT Jasa Raharja yang diwakili oleh kepala Bagian operasional Cabang Bali Lalu Saripudin mengatakan, kalau selama ini musibah yang menimpa Aurel sebenarnya sudah menjadi perhatian oleh pihaknya.

“Masalah Aurel ini sebenarnya komitmen kami sama dengan apa yang menjadi keinginan oleh pemerintah kabupaten Jembrana termasuk kita semua. Hal ini disebabkan, semua orang yang ada dalam kapal ketika mengalami musibah menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Jasa Raharja,” ujarnya.

Bupati Tamba juga menambahkan, bahwa selain memastikan terpenuhinya hak sebagai korban kecelakaan, berjanji kalau pihaknya akan memberikan beasiswa kepada Aurel.

“Kalau dilihat dari garis keturunannya itu, Aurel merupakan ahli waris dari kelurga korban. Apa yang menjadi hak-haknya itu sudah jelas. Namun demikian, untuk keberlangsungan Aurel dalam pendidikan, kami sudah sepakat untuk memberikan beasiswa kepada Aurel sampai di perguruan tinggi (S1),” tutur Tamba.

Selain beasiswa, Bupati asal desa Kaliakah ini juga mengetuk hati para pengusaha untuk dapat menerima aurel sebagai pekerja apabila selesai mengenyam pendidikannya nanti, mengingat kondisinya kini yang yatim piatu.

”Aurel ini tentu sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk para pengusaha di Indonesia ini. Untuk itu nanti, saat Aurel lulus kuliahnya silahkan mencari kerja dan para pengusaha juga kami mohonkan agar mau membantunya,” harap Bupati Tamba.

Berita: Ad | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: