Selama 2017 Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 25,05 Persen

Jakarta |
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hingga akhir September kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang tahun 2017 mencapai 10,46 kunjungan atau naik 25,05 persen.

Dibanding periode yang sama tahun 2016 lalu, tercatat wisman yang ke Indonesia berjumlah 8,36 juta kunjungan.

Kepala BPS Dr Suhariyanto mengatakan, jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama sebanyak 9,04 juta kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 1,42 juta kunjungan

“Khusus selama September 2017 saja, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 1,21 juta kunjungan. Lebih tinggi dibanding September 2016 yang mencapai 1,01 juta kunjungan,” kata Kepala BPS Dr Suhariyanto di kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (1/11).

Dipaparkan Suhariyanto, pada September 2017 wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB) mencapai 109,45 ribu kunjungan, atau mengalami kenaikan sebesar 403,15 persen jika dibanding September 2016, dengan jumlah kunjungan 21,75 ribu. Namun, jika dibanding Agustus 2017 wisman yang berkunjung melalui PLB mengalami penurunan sebesar 31,32 persen.

Berkaitan dengan jumlah tersebut, Suhariyanto mengemukakan adanya kenaikan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017, yang mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan TPK September  2016 sebesar 54,16 persen.

Dibandingkan dengan TPK Agustus 2017 yang tercatat 58,00 persen, TPK September 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,42 poin.

“TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 74,11 persen, diikuti Provinsi Bali sebesar 72,64 persen, dan Provinsi DKI Jakarta yaitu sebesar 68,13 persen. Sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Barat yang sebesar 30,61 persen,” papar Suhariyanto.

Menurut Kepala BPS, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,97 hari selama September 2017, atau naik 0,07 poin jika dibandingkan rata-rata lama menginap pada September 2016.

“Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing September 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 3,05 hari dan 1,78 hari,” pungkas Suhariyanto.

Berita: Mh | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.