Masalah Pembangunan 10 Bali Baru yang Harus Diselesaikan

Jakarta |
Dari pengamatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terdapat beberapa masalah yang harus segera diselesaikan terkait pembangunan 10 destinasi wisata Bali Baru.

Diantaranya masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih harus dibenahi, misalnya di Sulawesi Utara, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT), juga di Toba Sumatera Utara.

Sementara yang berkaitan dengan akses konektivitas menuju ke kawasan destinasi wisata, Jokowi  melihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang. Kemudian juga konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, lokasi wisata yang akan dituju.

Sedangkan yang berkaitan dengan dermaga, pelabuhan, seperti di Labuan Bajo juga di Manado, ditegaskan oleh Jokowi semuanya perlu dibenahi secepat-cepatnya.

“Saya sudah menyampaikan pada menteri, tahun depan ini harus diselesaikan. Tahun ini digarap, tahun depan diselesaikan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7).

Karena menurutnya memang ada peluang besar untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang tentu saja diharapkan dapat menghasilkan devisa yang sebanyak-banyaknya.

Jokowi mencontohkan, di Labuan Bajo yang berkaitan dengan pelabuhan, dermaga misalnya, campuran antara kargo barang dengan penumpang, dengan pelabuhan rakyatnya, dengan pinisi, kemudian nanti kalau ada cruise larinya kemana.

“Saya kira kalau ini ditata dengan baik, dan saya sampaikan jangan nanggung-nanggung ini penanganannya,serta diintegrasikan dengan pembangunan yang sudah dikerjakan sekarang sehingga nanti tahun depan semuanya bisa diselesaikan.

Terkait dengan fasilitas yang tersedia di lokasi wisata, Jokowi meminta agar dipastikan kesiapannya. Ia minta pemerintah provinsi kemudian turun ke bawah di kabupaten dan kota untuk diajak bersama-sama membenahi.

“Urusan kecil-kecil saya kira bukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bisa melakukan ini. Yang berkaitan dengan, misalnya penataan pedagang kaki lima, penataan resto-resto kecil kita, kemudian penyediaan toilet,” tuturnya.

Untuk hal lain seperti toilet, Jokowi berharap distandarkan dengan bintang empat sehingga betul-betul orang masuk ke wilayah destinasi wisata Indonesia betul-betul diberikan sebuah pelayanan yang baik.

Kemudian yang berkaitan dengan sumber daya manusia, Presiden Jokowi meminta agar Gubernur, Bupati, dan Wali Kota juga ikut gotong royong menangani, baik yang berkaitan dengan urusan dagang, yang berkaitan dengan hotel, yang berkaitan dengan misalnya seperti yang memiliki kapal di Labuan Bajo dan di Manado.

“Semuanya diberikan training-training, diberikan pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik, dengan keramah-tamahan, dengan senyuman yang baik, dan juga pembenahan sarana dan prasarana yang ada,” ujarnya.

Selanjutnya, yang berkaitan dengan produk-produk yang ada di sekitar destinasi wisata, yang berkaitan dengan pasar, pasar seni kemudian budaya yang perlu ditampilkan. Menurut Jokowi, banyak sekali yang masih perlu dikerjakan, misalnya tarian-tarian budaya, tarian-tarian tradisi yang ada.

Ia menanggapi, dari sisi materialnya bagus, ia juga mengungkapkan telah meminta Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bisa memberikan suntikan mengenai desain pakaian, mengenai kostum, dan lain-lain yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik.  “Saya kira BEKRAF memiliki pengalaman untuk ini,” tambahnya.

Terakhir, Presiden Jokowi menekankan perlunya dilakukan promosi secara besar-besaran. “Secara integrasi sehingga betul-betul kita mendapatkan manfaat dari mendapatkan multiplier effect yang besar dan memberikan efek pertumbuhan pada ekonomi daerah maupun ekonomi nasional,” imbuhnya.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa/Ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.