Jokowi Minta Karya Seni Dijadikan Sumber Inspirasi Pemersatu Bangsa dan Suku

Denpasar |
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kuliah umum kepada civitas akademika di Gedung Cita Kelangen Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar, Bali, Sabtu (23/6).

Disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa peradaban manusia berubah begitu cepat dan satu kata yang menjadi wajah baru dunia saat ini adalah kecepatan.

“Internet of things, big data, artificial intelligence, dan virtual realityterus berkembang dengan cepat yang diaplikasikan dalam blockchain dan juga cryptocurrency, mata uang yang tanpa Bank Sentral,” paparnya.

Jokowi juga menambahkan perkembangan yang lain seperti bioteknologi, ilmu syaraf berbasis teknologi komputasi, yang mengubah cara beternak dan cara bertani dengan cara multilayer urban farming.

Menurut Jokowi, perubahan-perubahan dan kompetisi Global berjalan sangat cepat sehingga yang bergerak pelan akan ditinggal, dan saat ini bukan lagi negara besar dan kuat menguasai negara yang lemah.

“Yang akan terjadi adalah negara yang cepat akan menguasai negara yang lambat, negara yang cepat akan menguasai negara yang lambat,” tegasnya.

Jokowi juga mencontohkan tokoh bisnis, penemu, dan industrialis asal Amerika Serikat Elan Musk, yang mampu mendongkrak dinding-dinding penghambat perkembangan serta merombak pola pikir lama untuk melahirkan pemikiran-pemikiran dan karya-karya baru.

“Dibutuhkan kreativitas agar bisa beradaptasi dengan cepat dengan perubahan-perubahan yang ada, yang menghasilkan karya-karya yang mengakar pada kearifan lokal, yang sekaligus menjadi pondasi untuk membentuk masa depan yang baru,” tuturnya.

Disebutkan oleh Jokowi, bahwa kekayaan bangsa Indonesia bukan lagi sumber daya alam melainkan seni dan budaya. “DNA kita adalah seni dan budaya, kita memiliki 714 suku dengan ciri khas budaya dan seni adat dan tradisi masing-masing,” ujarnya.

Kekayaan seni dan budaya bangsa yang sangat luar biasa tersebut, tambahnya, adalah bahan baku dan sumber inspirasi dari proses industri kreatif yang melahirkan karya-karya yang bernilai tinggi.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu meyakini, dengan modal budaya yang dimiliki Indonesia, serta diikuti oleh proses kreativitas yang tinggi menjadi pondasi yang kuat untuk mengembangkan dan memajukan ekonomi kreatif di Indonesia.

Jokowi mengapresiasi tumbuh serta berkembangnya kewirausahaan kreatif yang berbasis pada sastra, seni, dan budaya di Indonesia, khususnya di Bali.

Selain menemukan inspirasi dari kekayaan dan keragaman budaya lokal Indonesia, Jokowi juga meminta para civitias akademika yang hadir untuk menjadikan karya seni mereka sebagai sumber inspirasi pemersatu bangsa dan suku-suku yang ada di Indonesia.

“Jadikan karya-karya seni sebagai sumber energi kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Teruslah berprestasi, berkarya untuk bangsa,” pungkasnya seraya menyampaikan ucapan Selamat atas Dies Natalis ke 15 ISI Denpasar.

Turut mendampingi Presiden dalam acara kali ini Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiharta.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.