Opini

Suasembada Pangan Kunci Kesejahteraan Rakyat

Oleh Prof. Dr. Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum.*

Swasembada pangan bukan sekadar target ekonomi, melainkan ikhtiar menjaga kedaulatan bangsa. Bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri adalah bangsa yang berdiri tegak, merdeka dalam menentukan masa depannya, dan tidak mudah didikte oleh kepentingan luar.

Komitmen Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, dalam mendorong percepatan swasembada pangan mencerminkan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Swasembada tidak boleh berhenti pada beras dan jagung, tetapi harus diperluas hingga gula, kedelai, dan bawang putih agar Indonesia benar-benar terbebas dari ketergantungan impor yang menguras devisa dan melemahkan kemandirian nasional.

Pembangunan infrastruktur pangan, penguatan peran BULOG, serta keberhasilan meningkatkan produksi jagung adalah fondasi penting menuju cita-cita besar Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ketika petani sejahtera, stok pangan terjaga, dan harga stabil, di situlah kesejahteraan rakyat bertumbuh.

Pangan adalah amanah Tuhan, tanah adalah warisan leluhur, dan mengelolanya dengan bijaksana adalah wujud syukur sekaligus pengabdian kepada bangsa. Karena itu, swasembada pangan bukan hanya agenda pembangunan, tetapi panggilan moral untuk mewariskan Indonesia yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih bermartabat kepada generasi mendatang.

Kedaulatan pangan adalah kedaulatan bangsa. Dan kesejahteraan rakyat hanya akan berdiri kokoh di atas fondasi Indonesia yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

*Penulis adalah Rektor Unmas Denpasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.