Paparkan Rencana Antisipasi Revolusi Industri 4.0, Pemerintah: Indonesia Siap Sambut Era Teknologi Digital

Denpasar |
Pemerintah Republik Indonesia siap menyambut era teknologi digital yang kerap disebut sebagai Revolusi Industri 4.0. Hal yang dilakukan untuk mengejar ketertinggalan diantaranya adalah leap-frog (melompat).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri acara Sarasehan Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, di Gedung Nusantara V, Komplek DPR-RI, Senayan, Jakarta, Sabtu, (23/2).

“Kita harus melakukan leap-frog untuk mengejar ketertinggalan dan saat ini fondasinya tengah disiapkan,” tegas Luhut, pada acara yang yang hari itu diprakarsai oleh Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Dia menuturkan, bahwa sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan penguatan kurikulum di sekolah-sekolah.

“Untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di era teknologi artificial intelligence dan machine learning,” katanya.

Dia menambahkan, bahwa pemerintah terus mendorong integrasi data terbuka dengan kebijakan seperti one map policy dan penerapan e-government dengan kebijakan seperti online single submission untuk registrasi usaha di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga hadir di kesempatan yang sama, memaparkan sejumlah pencapaian pemerintah untuk mewujudkan tujuan negara menciptakan masyarakat adil dan makmur sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945.

“Saat ini, kita disebut-sebut sebagai negara dengan ekonomi paling stabil dan paling tidak bergejolak di dunia,” ucap Sri.  

Menurutnya, kondisi itu berhasil dicapai dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang prudent, sesuai UU Keuangan Negara.

“Jumlah defisit anggaran setiap tahun, dan proporsi jumlah utang dengan pendapatan bruto negara, semua kami tetapkan sesuai dengan rambu-rambu kebijakan fiskal yang ditetapkan dalam undang-undang,” katanya.

Dalam menyambut revolusi industri 4.0, sambungnya, Presiden Jokowi telah meminta penguatan sumber daya manusia tercermin dalam alokasi APBN yang substansial di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Pengeluaran terbesar di APBN saat ini adalah untuk penguatan manusia Indonesia lewat anggaran pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, yang jumlahnya sekitar Rp 800 triliun,” sebutnya, seraya manambahkan jumlah itu jauh lebih besar dari anggaran pembangunan infrastruktur fisik sebesar Rp 400 triliun.

Maka dari itu, dirinya mengajak umat Hindu yang hadir untuk bersama-sama memanfaatkan ruang fiskal yang dibuka pemerintah di sektor pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.

“Tugas masyarakat adalah menciptakan kontennya, agar kurikulum kita benar mengarah pada perbaikan ekosistem inovasi misalnya, agar semua faktor yang mendorong kesiapan masyarakat menyambut revolusi industri 4.0 dapat disiapkan,” imbuhnya.  

Sebagai pembicara ketiga, staf khusus Presiden Republik Indonesia AAGN Ari Dwipayana menjelaskan kesiapan pemerintah menghadapi era komunikasi yang inklusif dan terbuka dengan menampung masukan publik dalam perumusan kebijakan.

Disebutkan oleh Ari Dwipayana, bahwa saat ini pemerintah makin responsif, transparan, akuntabel dan berorientasi melayani.  Ia juga mengajak umat Hindu membangun sistem big data untuk memetakan potensi dan kebutuhan umat di seluruh Indonesia.

“Potensi ekonomi dan kolaborasi sesama pengusaha Hindu misalnya, bisa dikembangkan jika kita punya data yang lengkap mengenai kondisi mereka,” tutur Ari.  

Yohannes Kurnia Widjaya, yang menjadi pembicara terakhir, menjelaskan pengalamannya membangun teknologi robotik, dan mengajak semua yang hadir untuk tidak takut menghadapi revolusi industri 4.0.

Menurut pionir sekolah robot di berbagai daerah di Indonesia itu, peran manusia tidak bisa diganti bahkan bisa lebih baik. “Peran manusia tidak akan tergantikan, namun justru naik kelas,” tegasnya.

Acara sarasehan yang ditutup dengan Angayubhagya memperingati 60 tahun PHDI dimeriahkan dengan penampilan robot pelayan buatan Yohannes Kurnia Widjaya yang mengantarkan potongan tumpeng pada Dhama Adhyaksa dan para pinandita yang hadir. 

Ketua Umum Panitia Pelaksana Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Caka 1941 Wayan Samudra Gina Antara menegaskan, bahwa tema Sarasehan Nasional dipilih untuk menjawab tantangan bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong era Industri 4.0 dan mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami ingin membuka diskusi yang berfokus pada kesejahteraan umat manusia, sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana yakni mendorong kualitas spiritual manusia dengan Tuhan, juga manusia dengan sesama dan manusia dengan alam/lingkungan,” tukasnya.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menjelaskan, bahwa perayaan Nyepi adalah momentum kontemplatif untuk perenungan diri.

Di penghujung tahun Caka, tambah Wisnu, umat Hindu diimbau untuk melihat ke belakang, melakukan evaluasi atas hal-hal yang telah terjadi sepanjang tahun yang akan segera berlalu.

“Bangsa yang kuat dan sejahtera, hanya dapat terbentuk bila masyarakatnya mencapai kondisi yang oleh ajaran Hindu disebut Jagadhita, yaitu terpenuhinya Dharma (kebenaran), Artha (kesejahteraan) dan Kama (kesenangan),” katanya.

Wisnu juga mengaskan, bahwa PHDI senantiasa mendorong setiap upaya menuju penguatan kedaulatan berbangsa dan bernegara itu.

Acara Sarasehan Nasional ini sendiri dihadiri oleh sekitar 750 umat Hindu se Jabodetabek, pimpinan organisasi-organisasi Hindu tingkat nasional, para ketua majelis agama Hindu se-Indonesia yang merupakan repesentasi umat Hindu seluruh Nusantara dan undangan dari berbagai instansi dan tokoh lintas agama.

Selain Sarasehan, rangkaian acara Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun baru Caka 1941 juga ditandai dengan pelaksanaan Bhakti Sosial di Pandeglang (Banten), Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Palu (Sulawesi Tengah), sejak 23 Februari 2019.

Acara Tawur Agung akan dilaksanakan pada 6 Maret 2019 di Pelataran Candi Prambanan. Sedangkan acara puncak berupa Dharma Santi Nasional sebagai penutup rangkaian acara akan diadakan di Art Center Denpasar, Bali pada Rabu (6/3) dan direncanakan bakal dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.