Polda Bali Amankan Aksi Unjuk Rasa AMP KK di Denpasar Secara Humanis dan Kondusif
Denpasar – Polda Bali bersama Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) Bali di Bundaran Plaza Renon, Denpasar, Rabu (1/7). Pengamanan berlangsung aman, tertib, dan humanis sejak pagi hingga siang hari.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Bali Komisaris Besar (Kombes) Pol. Ariasandy menjelaskan, sebanyak 196 personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi. Personel berasal dari berbagai satuan di lingkungan Polda Bali dan Polresta Denpasar.
Menurut Ariasandy, massa aksi terdiri atas gabungan sejumlah elemen, di antaranya AMP KK Bali, Ikatan Mahasiswa dan Mahasiswi Papua (IMMAPA) Bali, Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) Bali, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) dan Front Mahasiswa Nasional.
Massa mulai bergerak dari Asrama Putra Papua di Jalan Tukad Yeh Aya IX menuju Bundaran Plaza Renon sekitar pukul 08.35 Wita. Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 Wita, peserta aksi menyampaikan orasi, membentangkan spanduk, serta menyiarkan kegiatan tersebut secara langsung melalui media sosial.
Dalam orasinya, koordinator lapangan Boas menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke dan wilayah Papua, penghentian militerisasi serta penuntasan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), pembukaan akses bagi jurnalis nasional maupun internasional, serta penyampaian aspirasi mengenai hak menentukan nasib sendiri.
Selain menyuarakan isu Papua, massa juga menyampaikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan Catalonia serta solidaritas kepada petani lokal di kawasan Batur, Bali.
Aksi tersebut mendapat pengamanan dari personel kepolisian yang dipimpin Kapolresta Denpasar bersama jajaran Polda Bali dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib.
Sekitar pukul 13.05 Wita, massa membubarkan diri secara tertib dan kembali ke asrama dengan berjalan kaki di bawah pemantauan petugas. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.30 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.
Pascaaksi, Polda Bali akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bali.
“Kepolisian akan terus melakukan koordinasi dengan adik-adik di Asrama Papua dan tokoh adat maupun masyarakat setempat,” ujar Kombes Pol. Ariasandy.
Ia juga berharap adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemprov Papua dalam memberikan perhatian kepada mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Bali.
“Kita juga mendorong Pemprov Bali untuk berkoordinasi dengan Pemprov Papua agar mahasiswa penerima beasiswa di Bali dapat tetap fokus pada program studi mereka dan itu sangat penting untuk membangun Papua ke depan,” pungkasnya. (Red/Gate 13/Foto: Humas Polda Bali)

