Wisata

Bali Gaungkan “Pertobatan Ekologis”, Koster Pimpin Aksi Bersih Pantai dan Perangi Darurat Sampah

Badung – Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin langsung aksi korve bersih sampah di kawasan Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (6/6), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Didampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Gubernur Koster membaur bersama ratusan peserta yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI, Polri, serta pelajar. Dengan penuh semangat, mereka menyisir garis pantai dan memunguti sampah plastik yang berserakan di kawasan pesisir tersebut.

Dalam waktu relatif singkat, aksi gotong royong itu berhasil mengembalikan kebersihan Pantai Samuh sekaligus menjadi simbol komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diisi penyampaian amanat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, yang dibacakan oleh Gubernur Koster.

Dalam amanat tertulisnya, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi tiga krisis besar lingkungan atau triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekologi, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat dunia.

“Persoalan lingkungan hidup kini menjadi isu krusial yang menentukan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Jumhur menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim.

Lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir yang berisiko terdampak kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.

Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Selain ancaman perubahan iklim, Indonesia juga menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Setiap tahun, Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah, namun sekitar 74 persen di antaranya belum terkelola secara optimal.

“Sebagian besar sampah masih bercampur dan berakhir di tempat pemrosesan akhir yang menggunakan metode open dumping. Praktik ini menimbulkan pencemaran lingkungan, menghasilkan gas metana, serta mengancam kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) yang mengalami kelebihan kapasitas kini menjadi persoalan yang hampir terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Menghadapi tantangan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup mengajak seluruh masyarakat melakukan apa yang disebutnya sebagai “pertobatan ekologis”, yakni perubahan mendasar dalam cara manusia memperlakukan alam.

“Pertobatan ekologis bukan sekadar slogan. Ini adalah panggilan untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam dan mengubah kebiasaan yang selama ini berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, masyarakat didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, serta memperkuat penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Selain itu, pemanfaatan sampah melalui bank sampah dan pengembangan ekonomi sirkular juga dinilai menjadi solusi penting dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 turut dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI, sebuah gerakan nasional yang bertujuan membangun budaya dan perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Bagi Bali, aksi bersih Pantai Samuh bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran langsung Gubernur Koster di lapangan menjadi pesan kuat bahwa persoalan sampah dan pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Usai mengikuti aksi korve, Gubernur Koster bersama Bupati Badung, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melanjutkan kegiatan dengan mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tingkat nasional secara daring.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Bali untuk terus berada di garda depan dalam upaya menjaga lingkungan, mengurangi pencemaran, dan membangun masa depan yang lebih hijau, bersih, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Gate 13/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.