Badung Matangkan Strategi Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Badung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mematangkan strategi untuk mentransformasi sektor pariwisata menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat membuka Sharing Session bertajuk “Mewujudkan Pariwisata Badung Berkualitas dan Berkelanjutan” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Bali, Rabu (16/9/2026).
Forum strategis tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pariwisata, akademisi, hingga pelaku industri untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret dalam pengembangan pariwisata Badung.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan PT Coconut Homes dan BNDCC & BNDH (PT Nusa Dua Indonesia) terkait penyediaan kebutuhan pokok.
Bupati Adi Arnawa mengatakan, berbagai masukan yang diperoleh melalui forum tersebut akan segera ditindaklanjuti, termasuk melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.
“Saya mendengar Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana akan langsung mengadakan rapat dengan Kadis Pariwisata Badung untuk menindaklanjuti daripada apa yang bisa dilakukan dalam jangka pendek ini,” jelasnya.
Selain pengembangan kualitas destinasi, Pemkab Badung juga menaruh perhatian pada aspek ketertiban, kenyamanan, dan keamanan di kawasan wisata. Salah satu langkah yang akan dioptimalkan adalah pelibatan pengamanan tradisional Bali, termasuk pecalang.
“Salah satunya lewat pecalang. Sehingga beberapa kebijakan-kebijakan yang sudah kami lakukan sehingga ada tercipta rasa aman, nyaman dan tertib. Mudah-mudahan dengan langkah seperti itu nanti pihak pecalang khususnya di daerah-daerah pariwisata untuk ikut membantu daripada tujuan pemerintah untuk menata kawasan pariwisata,” ujar Bupati.
Untuk mendukung penataan kawasan Kuta, Pemkab Badung menyiapkan sejumlah kantong parkir guna mengurangi kemacetan sekaligus memperbaiki tata ruang kawasan wisata.
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan rencana pembangunan moda transportasi publik di Kuta. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah kawasan eks Bali Anggrek yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai area parkir pada malam pergantian tahun.
“Tidak cukup kita hanya membangun pedestrian, tapi kan juga ada satu bottleneck di sana, di sepanjang jalan itu malah dijadikan tempat parkir. Seiring dengan kita sedang akan membangun moda transportasi publik juga di Kuta. Kita menyiapkan kantong parkir dan salah satunya di eks Bali Anggrek itu. Agar bisa, malam tahun baru ini sudah bisa dimanfaatkan untuk parkir,” terangnya.
Bangun Konektivitas Badung Utara
Selain penataan kawasan wisata yang telah berkembang, Pemkab Badung juga menyiapkan strategi pembangunan infrastruktur di wilayah Badung Utara. Infrastruktur dan konektivitas dipandang penting untuk mendukung munculnya destinasi-destinasi baru di kawasan tersebut.
Bupati Adi Arnawa mengatakan pembangunan akses akan didorong terlebih dahulu sebelum pengembangan destinasi dilakukan, sehingga potensi pariwisata yang muncul nantinya memiliki dukungan infrastruktur yang memadai.
“Kadang-kadang kita membangun destinasi terlebih dahulu tapi aksesnya belakangan. Ini agak susah nanti. Maka kita mencoba membangun dulu infrastruktur ini, konektivitas kita bangun, masalah nanti ada potensi destinasi atau gimana nanti itu masalah kedua,” katanya.
Menurutnya, apabila pembangunan infrastruktur tersebut kemudian membuka potensi destinasi baru, pemerintah daerah akan memberikan dukungan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Pendekatan tersebut sekaligus untuk memastikan pengembangan pariwisata di Badung Utara tidak sekadar meniru pola pengembangan kawasan Badung Selatan.
“Kalau itu memang ternyata memberikan potensi untuk menjadi satu destinasi yang baru, tentu kita akan support sesuai dengan karakteristik daerahnya. Tidak serta-merta pariwisata yang ada di selatan saya akan bawa ke utara,” pungkasnya.
Sharing Session tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung yang diwakili Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Sekda Badung IB. Surya Suamba, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, kepala instansi vertikal, serta Tim Perumus Kebijakan Daerah Kabupaten Badung. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

