Putra Gunungkidul di Puncak Peradilan Nasional
JAKARTA – Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak hanya dikenal karena kekayaan alam dan budaya. Kabupaten tersebut juga memiliki putra daerah yang menempati posisi strategis dalam perjalanan peradilan nasional.
Salah satunya adalah Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H., yang kini dipercaya sebagai Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI).
Sebagai Hakim Agung pada Kamar Pidana, Yanto juga memiliki pengalaman menjalankan sejumlah amanah penting di lingkungan MA. Ia pernah dipercaya sebagai Juru Bicara (Jubir) MA RI serta Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI).
Jabatan Ketua Kamar Pengawasan membawa tanggung jawab besar dalam memastikan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan berjalan secara profesional dan berintegritas.
Posisi tersebut sekaligus menempatkan Yanto pada salah satu ruang strategis dalam upaya menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Nama Gunungkidul juga hadir melalui sosok Sujatmiko, S.H., M.H., yang saat ini menjabat Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.
Dua sosok tersebut menjadi bagian dari catatan kontribusi putra daerah Gunungkidul dalam sistem peradilan Indonesia.
Perjalanan mereka menunjukkan bahwa pengabdian di bidang hukum tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional, tetapi juga integritas, ketekunan, independensi, serta konsistensi dalam menjalankan amanah.
Bagi masyarakat Gunungkidul, keberadaan putra daerah di posisi strategis lembaga peradilan nasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri.
Namun, lebih dari sekadar kebanggaan daerah, perjalanan tersebut membawa pesan bahwa sumber daya manusia dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi di tingkat nasional.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana amanah tersebut terus diwujudkan melalui penguatan profesionalisme, integritas, kepastian hukum, dan pelayanan peradilan yang semakin dipercaya masyarakat.
Gunungkidul telah mengirim putra-putra terbaiknya ke ruang pengabdian yang lebih luas. Kini, rekam jejak dan integritas menjadi ukuran utama dari amanah yang mereka emban. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Dandapala)

