Auren Nanda Vrista Raih Gelar Magister Hukum Cumlaude, Dorong Itikad Baik Jadi Fondasi Pemerintahan
Denpasar – Kader muda Partai Demokrat, Auren Nanda Vrista, kembali menorehkan prestasi akademik dengan meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Dwijendra, Bali, dengan predikat cumlaude.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Auren untuk mendorong penerapan asas itikad baik sebagai fondasi dalam perlindungan hukum maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui tesis berjudul “Pengaturan Itikad Baik Dalam Perlindungan Hukum Hak Atas Merek Menurut Stelsel Konstitutif”, Auren mengkaji pentingnya prinsip itikad baik tidak hanya dalam sistem perlindungan hak atas merek, tetapi juga dalam tata kelola pemerintahan serta pembangunan Indonesia di masa depan.
“Sebagai Gen Z, kami memiliki tiga harapan besar. Pertama, hukum harus mampu memberikan perlindungan. Kedua, pemerintahan harus benar-benar melayani masyarakat. Ketiga, seluruh proses tersebut harus dijalankan dengan itikad baik,” ujar Auren.
Menurutnya, penerapan asas itikad baik memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui perlindungan terhadap kekayaan intelektual.
Di Bali, ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku industri fesyen, kriya, serta ekonomi kreatif membutuhkan kepastian hukum agar mampu berkembang dan bersaing.
“Dengan itikad baik, negara hadir untuk memberikan perlindungan, bukan mempersulit. UMKM Bali memiliki peluang untuk naik kelas, bertransformasi secara digital, hingga mampu menembus pasar global,” katanya.

Selain menyoroti aspek ekonomi, Auren juga menekankan pentingnya menjadikan itikad baik sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, pemerintahan yang dijalankan tanpa itikad baik berpotensi melahirkan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat, birokrasi yang berbelit-belit, serta pelayanan publik yang kehilangan esensi pengabdian.
“Penyelenggaraan pemerintahan tanpa itikad baik akan melahirkan kebijakan yang asal-asalan, birokrasi yang bertele-tele, dan pelayanan yang kehilangan hati. Sebaliknya, apabila setiap pejabat, aparatur sipil negara (ASN), dan penyelenggara negara bekerja dengan jujur, transparan, serta berorientasi melayani rakyat, maka keadilan sosial dan kesejahteraan bukan lagi sekadar jargon,” jelasnya.
Sebagai representasi generasi muda, Auren menegaskan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih baik.
“Itulah harapan kami sebagai Gen Z. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami ingin ikut memperbaiki sistem dari dalam dengan cara yang benar, dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu itikad baik,” tegasnya.
Keberhasilan Auren meraih predikat cumlaude mendapat apresiasi dari Universitas Dwijendra maupun jajaran Partai Demokrat.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas akademik sekaligus berkontribusi dalam penguatan perlindungan hukum bagi UMKM serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Red/Gate 13/Foto: Istimewa/Dok.)

