Pantau Pengelolaan Sampah Plastik, Menteri LHK Tinjau Rest Area Tol Cikampek

Jakarta |
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya melakukan peninjauan ke beberapa rest area jalan tol Jakarta-Cikampek untuk melihat langsung pengelolaan sampah pada arus mudik tahun ini.

Peninjauan Menteri LHK hari itu merupakan bagian dari pelaksanaan Kampanye Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema ‘Kendalikan Sampah Plastik’.

Beberapa rest area yang dikunjungi oleh Menteri Siti antara lain Rest Area KM 19, Pintu Tol Utama Cikarang, Rest AreaKM 39 dan Rest Area KM 57.

Dalam pantauannya di Rest Area kilometer (km) 19, Menteri Siti melihat bahwa kondisi di rest area tersebut cukup bersih, lantaran beberapa petugas kebersihan telah disiagakan oleh pengelola untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan oleh pemudik.

Pada kesempatan itu, Menteri Siti memberikan apresiasi kepada seluruh institusi yang terlibat dalam kelancaran arus mudik 2018 ini.

“Saya berterima kasih kepada Kepolisian Metro Bekasi, Jasa Marga, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah yang membantu lancarnya arus mudik tahun 2018 ini,” ucapnya.

Menurut Siti, perlu diadakan juga kampanye di ruang publik. “Untuk mengingatkan masyarakat pentingnya mengurangi sampah plastik,” ujar Menteri Siti yang memastikan akan mengunjungi pasar-pasar tradisional untuk sosialisasi.

Dirinya juga mengingatkan para pengelola area peristirahatan juga perlu memperbaiki instalasi air kotor atau air limbahnya.

Siti menyebutkan, bahwa tahun depan dirinya akan minta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk memasukkan parameter pengendalian sampah di tempat-tempat tertentu.

“Nanti datanya akan diambil KLHK dan akan dianalisis bersama. Hal ini tidak bisa hanya di satu spot saja, tapi mungkin akan kita lakukan sampai Surabaya,” pungkasnya.

Libur lebaran dan arus mudik selalu menyebabkan meningkatnya jumlah timbunan sampah di sejumlah lokasi fasilitas umum (SPBU, rumah makan, dan rest area) di sepanjang jalur mudik.

Untuk itu, Pemerintah perlu mendorong dan melaksanakan mudik tanpa sampah sebagai salah satu wujud pelibatan masyarakat dalam pengurangan sampah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Pentingnya kesadaran masyarakat dan tekanan pada produsen untuk mengambil limbah kemasannya secara simultan memungkinkan pengurangan sampah plastik ini berkurang.

Menteri Siti merasa optimis bahwa ke depan bukan hanya buat law enforcement saja, tapi dinamika masyarakat yang semakin mendukung berkurangnya penggunaan plastik ini, akan membuat perubahan perilaku ini berhasil.

Dalam melaksanakan mudik tanpa sampah, KLHK bekerja sama dengan berbagai pihak terkait telah mengimbau dan mengajak masyarakat, khususnya para pemudik.

Imbauan tersebut menerapkan mudik tanpa sampah dengan cara memakai peralatan makan dan minum yang dapat dipakai ulang, dan menghindari pemakaian wadah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, juga membatasi mengonsumsi makanan dan minuman berkemasan plastik.

KLHK telah menerbitkan Surat Edaran kepada para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah dengan melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik, menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan sampah di lapangan.

Pemerintah melalui KLHK akan melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan mudik tanpa sampah melalui peninjauan langsung kondisi kebersihan di pintu tol, rest area, SPBU, rumah makan, dan fasilitas publik lainnya di beberapa jalur mudik utama bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

KLHK mengajak seluruh komponen masyarakat seperti para pemudik, operator angkutan, pengelola jalan tol, pengelola program mudik bareng gratis, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama melaksanakan mudik tanpa sampah, terutama sampah plastik, melalui tagline ‘Mudik Asyik tanpa Sampah Plastik’.

Pesan Menteri Siti kepada pengelola jalan tol dan aparat terkait adalah perlunya peningkatan sosialisasi dan pemantauan sampah pada arus balik yang akan datang serta akan dilakukan evaluasi setelah Hari Raya Idulfitri.

Saat melakukan peninjauan, Menteri Siti didampingi oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Pengelolaan Sampah Novrizal, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Djati Witjaksono Hadi.

Berita: Mh | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: