I Nyoman Cantiasa Terpilih Pimpin PHDI Pusat 2026-2031, Ini Rekam Jejaknya
Jakarta – Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menetapkan Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Harian PHDI Pusat masa bakti 2026–2031. Ia terpilih setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026) malam.
Dalam pemilihan tersebut, Cantiasa meraih 186 suara, mengungguli kandidat lainnya, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, yang memperoleh 103 suara. Dengan hasil tersebut, Cantiasa unggul 83 suara dan memperoleh mandat untuk memimpin organisasi umat Hindu tingkat nasional itu selama lima tahun ke depan.
Pemilihan berlangsung melalui mekanisme voting dalam rangkaian sidang Mahasabha XIII. Forum tersebut menjadi bagian penting dari proses penetapan kepemimpinan PHDI Pusat untuk periode 2026–2031.
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Harian, Cantiasa juga dipercaya menjadi Ketua Panitia Mahasabha XIII PHDI. Penyelenggaraan Mahasabha kali ini mengusung tema “Penguatan PHDI melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya.” Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani.

Mantan Jenderal TNI dengan Pengalaman di Sejumlah Jabatan Strategis
Terpilihnya Cantiasa membawa latar belakang pengalaman panjang di lingkungan militer dan pemerintahan.
Ia merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, hingga Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
I Nyoman Cantiasa lahir di Buleleng, Bali, pada 26 Juni 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1990 dan tercatat sebagai lulusan terbaik yang meraih penghargaan Adhi Makayasa serta Tri Sakti Wiratama.
Setelah menyelesaikan pendidikan militer, Cantiasa mengawali karier sebagai perwira infanteri. Perjalanan pengabdiannya kemudian banyak berlangsung di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite TNI Angkatan Darat yang memiliki tugas khusus dalam pertahanan dan operasi militer.
Selama berkarier di Kopassus, ia pernah mengemban sejumlah jabatan, antara lain di Detasemen 81 Gultor, satuan antiteror Kopassus, serta memimpin Satuan 81 Kopassus. Ia kemudian dipercaya menjabat Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Danpusdikpassus).
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum memperoleh penugasan di berbagai satuan kewilayahan dan komando strategis TNI.
Perjalanan Karier dari Kopassus hingga Wakil Kepala BIN
Karier Cantiasa berkembang melalui sejumlah penugasan penting. Pada 2015, ia menjabat Komandan Korem 163/Wirasatya di Bali. Berikutnya, pada 2017, ia dipercaya menjadi Komandan Korem 173/Praja Vira Braja dan kemudian menjabat Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih.
Pada 2018, Cantiasa mendapat penugasan sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI.
Setahun kemudian, ia diangkat sebagai Danjen Kopassus pada 2019. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai pimpinan satuan pasukan khusus TNI Angkatan Darat. Informasi mengenai pergantian komando Danjen Kopassus saat itu juga diberitakan ANTARA.
Pada 2020, Cantiasa dipercaya menjabat Pangdam XVIII/Kasuari, yang wilayah komandonya berada di Papua Barat pada saat itu. Selanjutnya, pada Januari 2022, ia mengemban tugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III atau Pangkogabwilhan III.
Pada 2023, Cantiasa ditugaskan sebagai Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Koorsahli KSAD). Selanjutnya ia mendapat mutasi Perwira tinggi (Pati) TNI pada November 2023, ia kemudian mendapat penugasan sebagai Wakil Kepala BIN.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan pengalaman Cantiasa dalam berbagai bidang, mulai dari pasukan khusus, komando kewilayahan, operasi pertahanan, staf strategis TNI, hingga lembaga intelijen negara.
Rangkaian jabatan itu menjadi bagian penting dari profilnya ketika kini memasuki babak pengabdian baru di organisasi keagamaan.
Tantangan Kepemimpinan PHDI Periode 2026–2031
Sebagai Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat terpilih, Cantiasa akan memimpin organisasi yang berperan dalam pembinaan kehidupan keagamaan umat Hindu di Indonesia.
Masa bakti 2026-2031 akan menjadi periode penting untuk memperkuat kelembagaan, komunikasi dengan umat di berbagai daerah, serta pelaksanaan program yang berlandaskan nilai-nilai Dharma Agama dan Dharma Negara.
Tema Mahasabha XIII menempatkan penguatan PHDI dalam hubungan antara kehidupan beragama dan kehidupan berbangsa. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan dapat menjaga persatuan umat, memperkuat koordinasi antarlembaga keagamaan Hindu, serta mendorong kontribusi umat bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.
Keberhasilan penyelenggaraan Mahasabha XIII juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun kepemimpinan yang mampu merespons kebutuhan umat secara konstruktif.
Dengan terpilihnya I Nyoman Cantiasa untuk periode 2026-2031, perhatian berikutnya tertuju pada penyusunan program kerja, penguatan koordinasi organisasi, serta langkah konkret PHDI dalam menjalankan peran pembinaan umat Hindu dan berkontribusi bagi Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan. (Red/Gate 13/Foto: Istimewa)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

