Jejak Karier Brigjen Pol Rachmad Iswan Nusi, dari Kapolsek, Kapolres hingga Wakapolda Jawa Barat
Denpasar – Perjalanan karier Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Rachmad Iswan Nusi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki babak baru. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu kini dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat (Jabar).
Rachmad menggantikan Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Sespim Lemdiklat) Polri.
Penunjukan tersebut merupakan bagian dari mutasi dan rotasi 88 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri berdasarkan Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dalam telegram tersebut, Rachmad sebelumnya tercatat sebagai Pamen Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan penugasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN). Setelah kembali ke struktur Polri, ia mendapat kepercayaan mengisi posisi Wakapolda Jawa Barat.
Rachmad Iswan Nusi lahir di Surabaya pada 18 Juni 1976. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol 1998, ia melanjutkan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.
Ia tercatat sebagai lulusan Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-34 Sespimti tahun 2025. Dalam perjalanan akademiknya, Rachmad juga menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) dan Magister Hukum (M.H.).
Meniti Karier dari Kewilayahan hingga Lalu Lintas
Karier Rachmad tidak hanya dibentuk melalui penugasan di satu bidang. Ia memiliki pengalaman di tingkat kewilayahan sekaligus bidang lalu lintas sebelum kemudian menjalani penugasan di luar struktur Polri.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota Kepolisian Resor (Polres) Gianyar Bali. Kemudian pada 2017-2018, Rachmad dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lumajang, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim). Setelah itu, pada 2019-2021, ia mendapat kepercayaan sebagai Wakil Kepala Sekolah Polisi Negara (Waka SPN) Polda Jatim.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di bidang lalu lintas. Pada 2021, Rachmad dipercaya menjadi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimantan Utara (Kaltara).
Pada 2023-2024, ia kemudian mendapat tugas sebagai Dirlantas Polda Sulawesi Utara (Sulut).
Selama bertugas di Sulut, sejumlah program pelayanan dan penataan lalu lintas menjadi bagian dari rekam tugasnya.
Salah satunya adalah penerapan pola baru dalam ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C di Polresta Manado. Lintasan angka delapan yang sebelumnya digunakan diubah menjadi lintasan berbentuk huruf S.
Pada September 2023, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut juga melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Bethesda dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan kendaraan.
Tidak hanya berkaitan dengan rekayasa lalu lintas, Rachmad juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik. Salah satunya melalui aplikasi E-Fasmat yang digunakan untuk membantu pengelolaan stok material secara terintegrasi dan memudahkan pemantauan ketersediaan material secara waktu nyata atau real time.
Setelah menyelesaikan penugasan di lingkungan Polda Sulut, Rachmad kemudian mendapat penugasan sebagai Pamen Bareskrim Polri pada BNN.
Penugasan tersebut menjadi salah satu fase penting sebelum dirinya kembali ke struktur Polri dan mendapat amanah sebagai Wakapolda Jabar.
Pada September 2026, Rachmad termasuk dalam jajaran perwira Polri yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Tidak lama berselang, melalui mutasi Oktober 2026, ia dipercaya menduduki jabatan Wakapolda Jabar.
Posisi tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan karier Rachmad yang telah mencakup penugasan kewilayahan, lalu lintas, pelayanan publik, Bareskrim, hingga penugasan pada BNN.
Dua Sosok Nusi di Institusi Berbeda
Perjalanan Rachmad juga menjadi perhatian karena terdapat sosok lain dengan nama Nusi yang berkarier sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat (TNI AD), yakni Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Brigjen TNI) Mohammad Iswan Nusi.
Mohammad Iswan Nusi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2001. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjalani sejumlah penugasan, antara lain sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 764/Lamba Baua, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0816/Sidoarjo, Wakil Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Wakapendam) V/Brawijaya hingga Dandim 0618/Kota Bandung.
Setelah mengikuti Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) LIV Tahun 2025, Mohammad kemudian mendapat kepercayaan mengemban jabatan strategis di lingkungan Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya.
Di luar karier militer, Mohammad juga menempuh pendidikan akademik. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Pada yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unjani pada 1 Oktober 2026, Mohammad disebut meraih dua penghargaan, yakni Lulusan Terbaik Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan dan Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas untuk Program Magister.
Ia menyelesaikan pendidikan tersebut dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dan predikat Dengan Pujian.
Sedangkan Rachmad Iswan Nusi kini memasuki babak baru dalam kariernya sebagai Wakapolda Jabar. Rekam pengalaman di bidang kewilayahan, lalu lintas, pelayanan publik, Bareskrim, hingga penugasan pada BNN menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke posisi strategis tersebut. (Red/Gate 13/Foto: Istimewa)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

