Benteng Mataram Cup I 2026 Jadi Ajang Pembibitan Pecatur Muda Badung
Badung – Sebanyak 86 pecatur usia dini menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Turnamen Catur Benteng Mataram Cup I 2026 yang digelar Benteng Mataram Chess Club Gulingan di SD Negeri 6 Gulingan, Kecamatan Mengwi, Minggu (26/7/2026).
Turnamen perdana ini menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang pencarian bibit-bibit atlet catur yang diproyeksikan menjadi andalan Kabupaten Badung pada masa mendatang.
Peserta berasal dari sejumlah sekolah dasar di Desa Gulingan dan Mengwi, Benteng Mataram Chess Club, serta berbagai klub catur di Kabupaten Badung.
Selain mempererat silaturahmi antarapecatur muda, kejuaraan ini juga memberikan pengalaman bertanding menggunakan sistem kompetisi resmi sebagai bekal menghadapi turnamen tingkat daerah maupun nasional.
Ketua Benteng Mataram Chess Club, I Nyoman Arsana, mengatakan Benteng Mataram Cup I merupakan langkah awal dalam membangun regenerasi atlet catur di Kabupaten Badung.
Menurutnya, pembinaan harus dimulai sejak usia dini agar lahir generasi penerus yang mampu mempertahankan prestasi cabang olahraga catur.
“Turnamen ini kami fokuskan sebagai ajang pembibitan atlet usia dini. Ke depan, tujuan utamanya adalah menciptakan regenerasi atlet catur Badung. Kita mengetahui banyak atlet catur Badung yang kini sudah memasuki usia senior. Karena itu, sesuai arahan Bapak Bupati, kita harus mulai mencetak atlet-atlet muda. Melalui Benteng Mataram Cup I, kami mengajak anak-anak SD di Desa Gulingan dan Mengwi untuk mencintai olahraga catur. Harapan kami, kegiatan ini mendapat dukungan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet catur asli Badung,” ujar Arsana.
Ia menjelaskan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan turnamen ini sangat tinggi.
Meskipun sebagian besar peserta baru pertama kali mengikuti pertandingan dengan sistem resmi, mereka tetap bersemangat mempelajari aturan dan mekanisme kompetisi.
Pada turnamen ini, panitia menerapkan sistem Swiss System dengan pertandingan catur cepat menggunakan jam catur, sebagaimana diterapkan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga kejuaraan internasional.
“Anak-anak memang masih beradaptasi karena baru mengenal sistem pertandingan seperti ini. Namun kami berharap melalui turnamen ini mereka semakin mencintai olahraga catur. Jika kecintaan itu sudah tumbuh, catur dapat menjadi tradisi positif di kalangan generasi muda Badung,” katanya.
Arsana menambahkan, peserta yang menunjukkan potensi akan diproyeksikan mengikuti program pembinaan lanjutan di GOR Mengwi.
Latihan akan dilaksanakan secara rutin, diawali satu kali setiap pekan dan ditingkatkan secara bertahap agar pembinaan berlangsung lebih intensif.
“Setelah turnamen ini tentu akan terlihat anak-anak yang memiliki minat dan potensi. Mereka akan kami bina melalui latihan khusus. Harapan kami, anak-anak Badung terlebih dahulu mencintai olahraga catur, kemudian dibimbing bermain secara benar dan profesional sehingga kelak mampu menjadi atlet berprestasi,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga usia dini, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dana apresiasi sebesar Rp30 juta yang diserahkan oleh Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Badung, I Putu Oka Adnyana, mewakili Bupati Badung dan Kepala Disdikpora Badung.
Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan atlet catur usia dini sekaligus melahirkan generasi pecatur berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Badung di berbagai ajang kompetisi. (Red/Gate/Foto: Ist./Diskominfo)

