Olahraga

Badung Pertahankan Tradisi Juara UDG Bali

Badung – Kabupaten Badung kembali mencatat prestasi pada Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026. Dari 37 wimbakara yang diperlombakan, kontingen Badung meraih 21 piala emas, 11 perak, tiga perunggu, dan dua juara harapan hingga keluar sebagai juara umum.

Meski berhasil menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung tidak ingin larut dalam euforia. Capaian tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, melakukan evaluasi, sekaligus menyiapkan regenerasi peserta Dharma Gita.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, S.Ag., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Keberhasilan ini bukan hasil kerja semalam. Kuncinya ada pada tiga hal: pembinaan yang terstruktur dari tingkat desa hingga kabupaten, sinergi yang kuat antara Dinas Kebudayaan dengan Widya Sabha Kabupaten Badung, Widya Sabha kecamatan maupun Widya Sabha Desa, serta dukungan Desa Adat yang berkomitmen melestarikan budaya Bali,” kata Sukadana, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Badung terhadap upaya pelestarian dan pengembangan seni, tradisi, serta budaya Bali.

“Dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan seni dan budaya di Kabupaten Badung. Ini bukan semata-mata tentang pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi juga merupakan bentuk investasi peradaban, sekaligus komitmen untuk terus menggali, melestarikan dan mengembangkan tradisi, seni dan budaya sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada generasi penerus di Kabupaten Badung,” ungkapnya.

Sukadana menambahkan, sistem pembinaan yang terstruktur perlu ditopang komitmen para peserta dan pembina. Menurutnya, capaian 21 medali emas merupakan buah dari proses latihan yang dilakukan dengan penuh dedikasi.

“Yang terpenting, komitmen para peserta dan pembina yang berlatih dengan tulus dan penuh dedikasi. Kami meyakini Utsawa Dharma Gita bukan hanya lomba, melainkan wujud nyata pelestarian sastra dan nilai-nilai keagamaan Hindu yang diwariskan turun-temurun. Ketika semangat itu dijaga bersama, hasil maksimal menjadi buah yang wajar kita petik,” ujarnya.

Evaluasi dan Regenerasi Diperkuat

Menjadi juara umum tidak membuat Badung menganggap pembinaan telah selesai. Sejumlah wimbakara yang belum memberikan hasil maksimal akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan aspek pembinaan yang perlu diperkuat.

“Kami bersyukur atas capaian ini, namun tetap rendah hati untuk mengevaluasi diri. Masih ada beberapa wimbakara yang belum membuahkan hasil maksimal, dan ini menjadi catatan penting bagi kami untuk memetakan kembali kategori mana yang pembinaannya perlu diperkuat,” jelas Sukadana.

Evaluasi akan mencakup kompetensi dan regenerasi pembina, metode pembinaan, hingga pemerataan pembinaan di desa-desa yang selama ini belum banyak terwakili.

“Keunggulan di satu bidang tidak boleh membuat kami lengah pada bidang lain,” tegasnya.

Sistem pembinaan Badung selama ini dimulai dari tingkat desa. Di sejumlah desa, Widya Sabha telah melaksanakan latihan Dharma Gita secara rutin, termasuk kakawin, geguritan, dan kidung.

Menjelang kompetisi, pembinaan kemudian diperkuat melalui UDG tingkat kabupaten. Para pemenang selanjutnya menjadi calon duta Badung untuk mengikuti UDG tingkat Provinsi Bali dan mendapatkan pemusatan latihan dari Widya Sabha Kabupaten Badung.

“Jadi ada dua lapis pembinaan: fondasi yang dibangun terus-menerus, dan pemantapan yang dilakukan terarah menjelang kompetisi,” ungkapnya.

Perhatian juga diarahkan pada regenerasi. Sukadana menyebut minat anak-anak dan remaja di Badung terhadap Dharma Gita mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Ini yang paling menggembirakan hati kami. Minat generasi muda Badung terhadap Dharma Gita menunjukkan tren yang terus membaik. Semakin banyak anak-anak dan remaja di Kabupaten Badung yang tertarik dan termotivasi untuk menekuni Dharma Gita,” imbuhnya.

Menurut Sukadana, ketertarikan generasi muda tersebut muncul dari berbagai alasan, mulai dari minat dan bakat, keinginan meraih prestasi, hingga kesadaran melestarikan Dharma Gita sebagai warisan leluhur.

Untuk memperluas regenerasi, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung akan memperkuat pembinaan melalui sekolah, sanggar di tingkat banjar dan desa, serta komunitas anak muda yang memiliki minat terhadap sastra Bali.

“Kami menyadari pendekatan lama saja tidak cukup. Karena itu, Dinas Kebudayaan Badung terus mendorong integrasi Dharma Gita ke dalam kegiatan sekolah, penguatan sanggar-sanggar di tingkat banjar dan desa, serta pembentukan komunitas-komunitas anak muda pencinta sastra Bali,” terangnya.

Media digital dan media sosial juga akan dimanfaatkan untuk mendekatkan Dharma Gita dengan generasi muda melalui konten pembelajaran singkat serta dokumentasi kreatif kegiatan latihan maupun perlombaan.

Siapkan Kontingen Menuju UDG Nasional

Setelah meraih juara umum tingkat Provinsi Bali, perhatian Badung kini diarahkan pada persiapan UDG Nasional yang akan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2027.

Para peraih medali emas akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui pendampingan maestro dan akademisi sastra Bali, penguatan mental bertanding, serta simulasi kompetisi tingkat nasional.

“Kami tidak ingin berhenti pada euforia juara umum tingkat provinsi. Ke depan, para peraih emas akan mendapatkan pembinaan lanjutan yang lebih intensif dan terukur, termasuk pendampingan oleh para maestro dan akademisi sastra Bali, penguatan mental bertanding di level nasional, serta simulasi kompetisi untuk membiasakan mereka dengan atmosfer yang lebih besar,” jelas Sukadana.

Pemerintah Kabupaten Badung juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam mempersiapkan kontingen Bali yang akan berlaga di Palu.

“Bagi kami, ini bukan lagi soal membawa nama Badung, tetapi mengemban amanah membawa nama Bali di kancah nasional dengan penuh kehormatan,” tutupnya. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading