Opini

Memuliakan Nelayan

Oleh MayJen TNI (P). Dr. Ir .Susilo Adi Purwantoro, S.E., M.Eng.Sc.*

Di tepian negeri, sebelum matahari menyalakan cakrawala, nelayan telah lebih dahulu berangkat. Mereka melaut bukan sekadar mencari ikan, melainkan menjaga denyut kehidupan bangsa.

Laut adalah halaman luas Indonesia. Di sanalah nelayan belajar bahwa keberanian bukan berarti menantang badai, tetapi tetap berlayar ketika badai datang; bahwa rezeki adalah amanah; dan bahwa tanah air harus dicintai bukan hanya dengan kata, tetapi dengan pengabdian.

Dari tangan nelayan, meja-meja rakyat terisi. Dari keberanian mereka, laut tetap menjadi sumber kehidupan. Namun sering kita lupa: di balik kemerdekaan yang kita rayakan di daratan, ada perjuangan yang setiap hari berlangsung di lautan.

Maka, pada 17 Agustus 2026, marilah kita memuliakan nelayan bukan sebagai belas kasihan, melainkan sebagai penghormatan kepada para penjaga pangan, penjaga laut, dan bagian penting dari martabat Indonesia.

Kemerdekaan sejati adalah ketika mereka yang menghidupi bangsa juga hidup dengan layak, dihormati, dilindungi, dan diberi masa depan.

Nelayan bukan sekadar pencari ikan.
Mereka adalah penjaga kehidupan.
Mereka adalah wajah keberanian Indonesia.
Dan laut yang mereka arungi adalah amanah Tuhan untuk generasi yang akan datang.

Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81
Jayalah nelayan, lestari lautnya, kuat bangsanya.

*Penulis adalah Dosen Fakultas Menejemen Pertahanan Universitas Pertahanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.