BSSN dan SKK Migas Perkuat Ketahanan Siber Sektor Energi Nasional Lewat Penandatanganan MoU
Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan SKK Migas resmi memperkuat kerja sama strategis di bidang pelindungan informasi dan keamanan siber sektor energi nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Kantor SKK Migas, Jakarta, Selasa (12/5).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan ketahanan siber nasional, khususnya pada sektor energi yang termasuk kategori Infrastruktur Informasi Vital (IIV) nasional.
Dalam sambutannya, Kepala BSSN menegaskan bahwa penguatan keamanan siber nasional sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya semangat pemerintahan kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan strategis nasional.
Nugroho Sulistyo Budi menjelaskan, BSSN terus mengakselerasi implementasi Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) melalui pendekatan kolaborasi Quad Helix, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Menurutnya, kerja sama strategis dengan SKK Migas menjadi bagian integral dari implementasi strategi tersebut, terutama dalam memperkuat sistem pelindungan informasi dan keamanan siber pada sektor energi nasional yang memiliki peran vital bagi keberlangsungan pembangunan dan stabilitas negara.
Melalui nota kesepahaman ini, kedua institusi sepakat memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya dan sistem keamanan digital guna mendukung operasional sektor energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
BSSN juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan layanan keamanan siber kepada SKK Migas agar pelindungan informasi dan sistem elektronik di lingkungan kerja SKK Migas dapat berjalan secara optimal serta mampu menghadapi berbagai ancaman siber yang terus berkembang.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan siber nasional sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan sektor energi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan digital yang dapat berdampak terhadap stabilitas operasional dan pelayanan publik.
Selain memperkuat aspek teknis keamanan siber, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keamanan informasi yang lebih adaptif dan terintegrasi di lingkungan sektor energi nasional.
Dengan sinergi antarlembaga yang semakin kuat, pemerintah berharap sistem keamanan siber nasional mampu berkembang lebih tangguh dalam mendukung keberlanjutan operasional infrastruktur strategis nasional di tengah meningkatnya tantangan dan dinamika ancaman digital global. (Gate 13/Foto: Ist.)

