Pemerintah

304 Bangunan Ludes di Kebon Kosong, Ratusan Warga Mengungsi, Pemprov DKI Pastikan Bantuan dan Layanan Dasar Terpenuhi

Jakarta – Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 304 bangunan terdampak dan 354 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa harus menjalani masa pengungsian akibat musibah tersebut.

Menyikapi kondisi itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung meninjau lokasi pengungsian pada Selasa (2/6) sekaligus memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak telah dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dari total 679 jiwa terdampak, terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan. Di antara mereka terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni 35 lanjut usia (lansia), 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia sekolah menengah pertama (SMP), 22 remaja sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.

Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Pemprov DKI Jakarta telah mendirikan posko pengungsian terpadu di Lapangan Yusuf Hamka. Posko tersebut dilengkapi fasilitas kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, serta layanan pendampingan psikologis bagi warga terdampak.

“Kami sudah menyiapkan posko di Lapangan Yusuf Hamka secara lengkap. Ada posko kesehatan, dapur umum, dan posko dukungan psikologis untuk anak-anak. Dinas Sosial juga sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, serta kebutuhan dasar lainnya,” kata Rano.

Selain makanan dan kebutuhan pokok, pemerintah juga menyalurkan bantuan sandang dan berbagai kebutuhan harian guna mendukung aktivitas warga selama berada di pengungsian.

Layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam dengan prioritas penanganan bagi kelompok rentan, termasuk balita, lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Pemprov DKI Jakarta juga membuka layanan trauma healing untuk membantu pemulihan kondisi psikologis warga pascakebakaran.

“Kami juga menyiapkan posko dukungan psikologis. Saat ini ada dua ibu hamil yang terdata dan kondisinya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun jika membutuhkan rujukan ke rumah sakit, seluruh layanan kesehatan sudah siaga,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada kebutuhan dasar, Pemprov DKI Jakarta juga mempercepat pemulihan administrasi kependudukan warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah diterjunkan untuk membantu penerbitan dokumen pengganti.

“Dukcapil sudah menyerahkan dokumen seperti kartu keluarga dan KTP bagi warga yang membutuhkan. Kami mengimbau warga yang dokumennya hilang atau rusak agar segera melapor supaya proses penggantian bisa segera dilakukan,” jelas Rano.

Dalam kesempatan tersebut, Rano kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Menurutnya, perbaikan instalasi listrik dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Mudah-mudahan kejadian ini menjadi yang terakhir. Masyarakat perlu terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan karena setiap kebakaran menimbulkan kerugian besar bagi semua pihak,” tuturnya.

Rano mengungkapkan, sekitar 95 persen kasus kebakaran di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik maupun peralatan elektronik rumah tangga.

“Kalau melihat data yang ada, sekitar 95 persen kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik. Karena itu masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah,” tegasnya.

Ia juga menilai kawasan padat seperti Kebon Kosong membutuhkan penataan permukiman yang lebih baik. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah pengembangan hunian vertikal guna menghadirkan lingkungan yang lebih aman, layak, dan tertata bagi masyarakat. (Red/Alz/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.