May 23, 2024

Atasi Permasalahan Sampah, Pj Gubernur Bali: Penanganan Sampah Berbasis Sumber Agar Dioptimalkan Kembali

Denpasar |
Menindaklanjuti perkembangan penanganan permasalahan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung, penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya melaksanakan rapat rencana pengelolaan sampah di Kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita).

Rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Walikota Denpasar, Pj Gubernur Gianyar, Sekda Tabanan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Provinsi Bali, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Bali, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Kadis LHK) Provinsi Bali, dan Kadis LHK Kab/Kota Sarbagita, digelar di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Minggu (15/10) siang.

Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Bali SM Mahendra Jaya mengapresiasi upaya pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kota Sarbagita yang telah secara gotong-royong ngrombo membantu penanganan sampah akibat terbakarnya Tempat Pembuangan akhir (TPA) Suwung-Denpasar.

Bahkan menurut Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bantuan tidak hanya datang dari Provinsi Bali namun juga dari Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan.

Disamping juga bantuan CSR dari perusahaan-perusahaan seperti pertamina, PLN, Perindo dan KEK Kura-Kura Bali. “Artinya Ngrombo sudah kita terapkan dengan semua ini dan masyarakat pun sudah melakukan,” ungkap Jaya Negara.

Sementara Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan bahwa upaya penanganan kebakaran TPA Suwung telah dilaksanakan melalui operasi darat, operasi udara hingga penanganan dengan cara injeksi.

“Disamping itu juga dilakukan operasi kemanusiaan terhadap para pengungsi dan masyarakat sekitar yang terdampak dengan memberikan bantuan masker, obat-obatan termasuk juga dengan menyiagakan puskesmas yang ada,” ungkapnya.

Sementara Pj Gubernur Bali Mahendra Jaya menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengambil hikmah dari kejadian ini. “Tentu kita ambil hikmah dari kebakaran ini, kita perlu melakukan evaluasi dan penataan di dalam penanganan sampah,” tuturnya.

Dirinya juga meminta agar penanganan sampah berbasis sumber agar lebih dioptimalkan, begitu juga dengan pemanfaatan Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Kemudian bagus apabila desa-desa yang ada belajar penanggulangan sampah dari desa-desa yang sudah berhasil. Minta mereka belajar kesana, ya ATM (amati, tiru, modifikasi), sehingga benar-benar penanganan sampah menjadi optimal,” kata Mahendra.

Ia juga menyampaikan akan memastikan pemanfaatan dana desa agar juga dialokasikan untuk pengelolaan sampah sehingga penanggulangan sampah berbasis sumber benar-benar terimplementasikan dengan baik.

Di sisi lain ia juga menegaskan mengenai perubahan paradigma terhadap penanganan sampah di masyarakat. Mahendra juga menyampaikan bahwa perubahan paradigma ini penting untuk dilakukan. “Mulai dari di sekolah-sekolah, SMP, SMA bahkan SD. Kita dorong percepatan,” tegasnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tersebut juga meminta agar sekolah-sekolah dapat secara mandiri mengelola sampah khususnya sampah organik dengan mengadopsi metode teba kota/teba modern dengan membuat sumur kompos sehingga dapat meminimalisir limbah sampah yang dibuang ke TPA atau TPS3R.

Kedepannya terkait penuntasan masalah sampah, Mahendra Jaya akan mengalokasikan sebagian besar dana dari pungutan wisatawan asing yang akan berlaku tahun 2024 mendatang untuk penanganan sampah di Bali. “Mungkin 50-70 persen untuk penanganan sampah,” jelas Mahendra.

Ia meminta masukan dari Kabupaten/Kota terkait teknis pemanfaatan dana tersebut disamping juga meminta agar Sekda Provinsi Bali dan Kadis LHK Provinsi Bali untuk secara teknis membahas hal tersebut dengan Kadis LHK Kabupaten/Kota.

“Harapannya tahun 2024 masalah sampah ini selesai karena dana ada. Tolong dibahas lebih lanjut secara khusus, secara teknis,” tutup Pj Gubernur SM Mahendra Jaya.

Berita: Gate 13 | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.