Sumur Minyak Meledak, Gubernur Aceh Perintahkan Dinas Terkait ke Lokasi

Banda Aceh |
Sebuah sumur minyak meledak dan terbakar, sehingga mengakibatkan 10 orang tewas terjadi di Gampong Pasi Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4).

Disamping memakan korban jiwa, ledakan sumur yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dilaporkan juga membuat puluhan warga lainnya mengalami luka-luka, dan mengakibatkan 5 unit rumah warga rusak parah.

Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengambil langkah-langkah penanganan maksimal, dengan menginstruksikan Kepala Dinas (Kadis) terkait untuk terjun langsung ke lokasi.

“Tiga orang Kadis saya sudah terjun langsung ke lokasi. Proses pemadaman masih terus dilakukan karena hingga saat ini api masih menyala. Mungkin perlu pengecoran dengan semen karena dengan air tidak bisa,” ujar Gubernur Irwandi usai menyampaikan Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2017 di ruang rapat paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu (25/4).

Saat kejadian, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk membicarakan teknis pemadaman api di lokasi sumur yang meledak dan terbakar.

Disebutkan oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bahwa Kadis ESDM sedang menuju ke lokasi dan terus berkoordinasi dengan pertamina untuk teknis pemadaman.

“Kadis Sosial juga sedang menuju kesana untuk memberikan bantuan bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Daerah (BPBD) Aceh,” kata Nova saat mendampingi Gubernur Irwandi.

Terkait informasi sumur minyak yang terbakar merupakan tambang ilegal, Irwandi menyatakan tidak bisa serta merta menutup sumur minyak, dikarenakan ladang minyak ini menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat di Aceh Timur.

“Memang pengeboran illegal, aparat kepolisian juga mengetahui, tapi kalau kita ambil tindakan tegas dengan menutup, pengeboran ini juga salah satu mata pencaharian masyarakat di sana,” ujarnya.

Diakui oleh Gubernur Irwandi, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya, namun tidak sedahsyat yang terjadi sekarang ini.

“Saran dari anggota dewan, perlu diberikan izin penambangan rakyat, tetapi diawasi dan dibina oleh Pertamina dan Dinas ESDM,” ungkapnya.

Namun Gubernur Irwandi terpaksa tetap mengambil tindakan tegas untuk menutup sementara pengeboran minyak ilegal, baik yang berada di Aceh Timur maupun Bireuen.

Disatu sisi, nantinya masyarakat diperbolehkan kembali mengelola sumur-sumur minyak tersebut setelah menemukan formula yang tepat agar kejadian sumur meledak dan kebakaran tidak terulang.

“Karena ini bukan delik aduan, jadi saya kira aparat kepolisian bisa langsung melakukan penutupan tersebut. Tapi nanti saya juga akan berkoordinasi dengan Kapolda,” jelas Irwandi.

Sementara itu, bagi sejumlah korban akibat kecelakaan kerja tersebut, Gubernur Irwandi menjamin penanganannya akan dibantu melalui Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) maupun BPJS Kesehatan.

Berita: Machfud | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *