157 Ribu Penonton, Polda NTB Kerahkan Ribuan Personel Amankan MotoGP
Mataram – Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 menjadi ujian besar bagi kesiapan aparat dalam mengelola ajang olahraga internasional yang melibatkan ratusan ribu pergerakan pengunjung, jalur transportasi, kawasan wisata, dan fasilitas perlombaan. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengandalkan Operasi Mandalika Rinjani 2026 dengan dukungan ribuan personel, 347 kamera CCTV, empat ring pengamanan, serta sistem pengendalian terpadu untuk menjaga keselamatan 157.875 penonton.
Di balik penyelenggaraan balapan yang berlangsung pada 8-11 Oktober 2026, terdapat pekerjaan pengamanan yang menjangkau lebih luas daripada kawasan sirkuit. Bandara, pelabuhan, hotel, kantong parkir, terminal shuttle, jalur distribusi logistik, hingga kawasan wisata turut masuk dalam perencanaan operasi.
Polda NTB juga mencatat 13 insiden menonjol selama periode pengamanan 8-11 Oktober. Insiden tersebut meliputi laporan pencurian telepon seluler, kebakaran kendaraan di kawasan Gate 1, kebakaran lahan di jalur Bypass BIL-Mandalika, pelanggaran ketertiban oleh sejumlah penonton, serta penanganan gangguan kesehatan yang dialami kru MotoGP.
Meski sejumlah kejadian membutuhkan penanganan petugas, Polda NTB menyatakan situasi keamanan secara umum dapat dikendalikan sehingga agenda utama perlombaan tetap berlangsung.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan, keberhasilan pengamanan tidak semestinya dinilai hanya dari banyaknya personel yang dikerahkan atau klaim tidak adanya gangguan. Kesiapan mengantisipasi risiko, kecepatan merespons kejadian, serta kemampuan menjaga keselamatan masyarakat juga menjadi ukuran penting.
“Kami tidak mengukur keberhasilan semata-mata dengan mengatakan tidak ada kejadian. Dalam kegiatan yang melibatkan begitu banyak orang, risiko tetap mungkin muncul. Yang menjadi ukuran adalah kesiapan kita, kecepatan merespons, serta kemampuan mengendalikan situasi agar keselamatan masyarakat tetap terjaga dan kegiatan tidak terganggu,” jelas Kholid, dalam siaran pers yang dirilis Senin (12/10/2026).
Ribuan Personel Disiagakan dalam Tiga Tahap
Pengerahan kekuatan Operasi Mandalika Rinjani 2026 dibagi dalam tiga tahapan. Pada 5-7 Oktober, sebanyak 1.350 personel disiapkan untuk mendukung pengamanan awal. Memasuki tahap utama pada 8-12 Oktober, kekuatan meningkat menjadi 2.678 personel gabungan dari Polda NTB, kepolisian resor (Polres) jajaran, unsur Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), dan dukungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Selanjutnya, sebanyak 839 personel direncanakan tetap melaksanakan pengamanan pada 13-16 Oktober, terutama untuk mendukung kegiatan pascabalapan, mobilitas kepulangan pengunjung, dan distribusi logistik.
Sebelum operasi berlangsung, aparat bersama pemerintah daerah, penyelenggara, dan instansi terkait melaksanakan survei lapangan, rapat koordinasi, pemetaan kerawanan, Latihan Praoperasi (Latpraops), serta Tactical Floor Game (TFG), yakni simulasi taktis berdasarkan pemetaan situasi. Latihan juga mencakup penanganan berbagai kemungkinan keadaan darurat.
Potensi yang diantisipasi meliputi persoalan lahan, transportasi, parkir, tiket palsu, kepadatan pengunjung, kebakaran, dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat. Pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, dan dukungan operasional.
“Keamanan tidak dibangun ketika balapan dimulai. Ia dibangun jauh sebelumnya melalui identifikasi risiko, koordinasi, latihan, dan kesiapan setiap unsur. Prinsip kami, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Kholid.
205 Titik Pengamanan, Empat Ring, dan 347 CCTV
Pengamanan dibagi menjadi empat ring. Ring 1 mencakup paddock dan pusat kendali perlombaan (race control); Ring 2 meliputi area teknis dan bagian dalam sirkuit; Ring 3 mencakup kawasan penonton, tribun (grandstand), serta fasilitas pendukung; sedangkan Ring 4 meliputi area luar sirkuit, parkir, dan jalur akses menuju Mandalika.
Polri memfokuskan pengamanan pada Ring 3 dan Ring 4, dengan tetap berkoordinasi bersama unsur pengamanan di zona lainnya.
Operasi mencakup 205 titik pengamanan, termasuk 42 pos pengamanan. Selain itu, terdapat 38 titik pengamanan tambahan di kawasan Mandalika di luar pos utama. Lokasinya meliputi terminal shuttle bus, kawasan bukit, area perkemahan (camping ground), hotel, tribun, lokasi kesiapsiagaan pasukan, serta titik penguraian kemacetan.
Pengamanan juga menjangkau pintu masuk Pulau Lombok. Sebanyak 206 personel dialokasikan untuk mengamankan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dan Pelabuhan Lembar, Gili Mas, Kayangan, serta Bangsal. Sebanyak 223 personel lainnya disiapkan untuk mengamankan jalur pergerakan dari pintu kedatangan menuju Mandalika.
Pergerakan logistik, termasuk pengawalan kontainer dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit, turut mendapat pengamanan dari personel lalu lintas dan unsur terkait.
Pemantauan situasi diperkuat dengan optimalisasi 347 kamera CCTV, penggunaan kamera yang dikenakan petugas (bodycam), teknologi pengenalan wajah (face recognition), serta sarana komunikasi lapangan. Informasi dihimpun melalui Posko Command Center Mandalika sebagai pusat komunikasi, koordinasi, informasi, dan pengendalian operasi. Sistem komunikasi SOT Presisi juga masuk dalam rancangan dukungan pertukaran informasi antara personel lapangan dan pusat kendali.
Kholid menegaskan, teknologi berfungsi mempercepat respons, tetapi tidak menggantikan kehadiran petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Teknologi membantu kami mempercepat respons dan membuat pengamanan lebih terukur. Tetapi teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia. Petugas tetap harus hadir, mendengar, membantu, dan memberikan pelayanan,” katanya.
157.875 Penonton dan Tantangan Mobilitas
Jumlah pengunjung MotoGP Mandalika 2026 tercatat mencapai 157.875 orang, meningkat sekitar 12,57 persen dibandingkan dengan 140.235 penonton pada 2025.
Untuk mengelola arus pengunjung, Polda NTB bersama penyelenggara menyiapkan pemisahan jalur kendaraan pribadi, sepeda motor, shuttle bus, kendaraan operasional, dan kendaraan tamu sangat penting (very important person atau VVIP).
Sebanyak 118 kendaraan shuttle masuk dalam perencanaan transportasi. Rinciannya terdiri atas 60 bus di Gate 1, 22 bus di Gate 2, dan 32 bus di Gate 3, ditambah empat kendaraan Hiace untuk kawasan Bukit 360.
Pengelolaan tersebut diintegrasikan dengan kantong parkir, terminal shuttle, pemeriksaan awal penonton, dan pengaturan akses menuju tribun berdasarkan kategori tiket.
Bundaran Sunggung menjadi salah satu titik perhatian karena mempertemukan arus kendaraan dari kawasan sirkuit, parkir timur, dan jalur Bypass BIL-Mandalika. Pada 8 Oktober, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja turun langsung melaksanakan simulasi pergerakan penonton dari Bundaran Sunggung menuju sirkuit.
Simulasi tersebut menguji pengoperasian shuttle, pemisahan arus kendaraan, pengaturan akses, dan langkah penguraian kepadatan. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
“Jumlah penonton yang besar bukan sekadar persoalan lalu lintas, tetapi menyangkut keselamatan manusia. Kami menyiapkan sistemnya, penyelenggara mendukung fasilitasnya, dan masyarakat berperan melalui kepatuhan terhadap pengaturan yang diterapkan,” jelas Kholid.
Sterilisasi hingga Rencana Kontingensi
Pencegahan ancaman dilakukan melalui sterilisasi oleh Tim Gegana dan unit anjing pelacak K-9 di sejumlah kawasan strategis. Perencanaan operasi juga mencakup tiga perangkat sinar-X (X-Ray) dan 30 alat pendeteksi logam (metal detector).
Pemeriksaan berlapis diterapkan di akses masuk melalui validasi tiket, pemeriksaan barang bawaan, dan pemeriksaan badan. Tim antidrone disiapkan untuk mengantisipasi penggunaan pesawat tanpa awak tanpa izin yang dapat mengganggu perlombaan. Unsur reserse kriminal, siber, dan identifikasi juga disiapkan untuk mendukung penegakan hukum apabila terjadi tindak pidana.
Rencana kontingensi mencakup penanganan bencana alam, gangguan massa, ancaman teror, dan kebutuhan evakuasi penonton maupun tamu VVIP. Kesiapan itu didukung skema penyelamatan, pelayanan kesehatan, dan koordinasi lintas instansi.
Kolaborasi Jadi Ukuran Keberhasilan
Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 mendapat apresiasi dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Pajar menyampaikan penghargaan kepada Kapolda NTB beserta jajaran atas pelaksanaan pengamanan.
“Yang pertama, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan pengamanan yang luar biasa dari Pak Kapolda dan jajarannya,” ujar Ahmad Pajar.
Kholid menyebut dukungan TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, petugas transportasi, tenaga kesehatan, relawan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengamanan.
“Polri menyiapkan sistem, personel, teknologi, dan langkah antisipasi. Penyelenggara mengelola kegiatan dan fasilitas. Pemerintah daerah mendukung pelayanan publik. Sementara masyarakat menjaga ketertiban, mematuhi pengaturan, dan saling membantu,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi personel gabungan yang bekerja sejak persiapan, mengawal logistik, mengatur lalu lintas, menjaga akses, melakukan sterilisasi, patroli, hingga membantu masyarakat. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada masyarakat NTB, terutama Kabupaten Lombok Tengah dan kawasan Mandalika.
Menurut Kholid, pengalaman pengamanan MotoGP harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pada kegiatan internasional berikutnya. Keamanan bukan hanya berkaitan dengan kelancaran perlombaan, melainkan juga kenyamanan wisatawan, kepercayaan penyelenggara, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi setempat.
“Transformasi pengamanan bukan hanya tentang penggunaan teknologi atau penambahan kekuatan personel. Yang kami bangun adalah perubahan cara pandang, dari sekadar menjaga lokasi menjadi mengelola keselamatan, dari mengendalikan kerumunan menjadi melayani masyarakat, dan dari bekerja sendiri menjadi membangun keamanan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan bahwa menjaga Mandalika merupakan tanggung jawab bersama karena reputasi destinasi tidak hanya dibangun oleh sirkuit dan keindahan alam, tetapi juga oleh rasa aman, keramahan, dan ketertiban yang dirasakan pengunjung.
“MotoGP Mandalika bukan hanya milik penyelenggara atau kepolisian. Ini kebanggaan masyarakat NTB dan Indonesia. Karena itu, menjaga keamanan Mandalika berarti menjaga nama baik kita bersama,” pungkas Kholid. (Red/Gate 13/Foto: Istimewa)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

