Legenda Kempo Indonesia Indra Kartasasmita Wafat, KONI Pusat Sampaikan Duka Mendalam
Jakarta – Dunia olahraga Indonesia berduka. Legenda sekaligus pendiri Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia, Indra Kartasasmita, meninggal dunia pada Rabu (22/4/2026) pukul 01.29 WIB di Jakarta.
Kepergian tokoh yang dikenal sebagai pelopor Shorinji Kempo di Indonesia itu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat olahraga prestasi nasional. Almarhum disemayamkan di Honbu/Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perkemi, Pondok Gede.
Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi perkembangan olahraga nasional.
“Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi kita semua, karena jasa-jasanya yang luar biasa untuk olahraga Indonesia, khususnya Kempo,” ujarnya.
Ia menegaskan, almarhum tidak hanya dikenal sebagai pendiri organisasi, tetapi juga terus aktif dalam pembinaan atlet hingga akhir hayatnya. Dedikasi serta kecintaannya terhadap olahraga prestasi disebut menjadi teladan bagi generasi penerus.
“Almarhum adalah tokoh olahraga nasional yang kecintaan dan keteladanannya dalam pembinaan olahraga menjadi panutan bagi kita semua,” tambahnya.
Marciano juga mengenang semangat almarhum yang tetap kuat saat menjalani perawatan.
“Ketika kami menjenguk, beliau masih menunjukkan semangat yang luar biasa,” kenangnya.
Indra Kartasasmita bersama Ginandjar Kartasasmita dan almarhum Utin Sahraz mendirikan organisasi Kempo di Indonesia pada 2 Februari 1966 dengan nama Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia sejak 2014.
Organisasi ini kini menjadi bagian dari KONI Pusat dan juga terafiliasi dengan World Shorinji Kempo Organization yang berpusat di Tadotsu, Jepang.
Dalam catatan sejarah, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo pertama kali digelar pada 1970 di Jakarta. Cabang olahraga ini kemudian resmi dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional sejak 1977 di Jakarta.
Kepergian Indra Kartasasmita meninggalkan warisan besar berupa nilai disiplin, semangat juang, dan dedikasi tinggi dalam membangun olahraga Kempo di Indonesia.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi atlet serta pembina di masa mendatang. (Gate 13/Foto: Istimewa)

