Tahun 2018 Wisata Bercanda dengan Rusa di Taman Monas akan Dikembangkan

Jakarta |
Tahun 2018 ini akan dikembangkan wisata bercengkerama dan bercanda dengan rusa di Taman Monas Selatan.

Saat ini kondisi kandang rusa di kawasan Monas sedang mengalami kerusakan dan segera diperbaiki, sekaligus membangun alur jalan untuk para wisatawan dan pengunjung kandang rusa totol (axis-axis) tersebut.

Kepala Satuan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Monas, Dra Endrati Fariani mengungkapkan hal itu, Jumat (12/1) di kantornya. “Di sini ada 100 ekor rusa. Jantan dan betina, jumlahnya seimbang masing-masing 50 ekor,” ujarnya.

Kasubag TU Unit Pengelola Kawasan Monas Arista menambahkan, disainnya masih akan dimatangkan. “Yang aman untuk pengunjung mungkin dibuat semacam jembatan,” ungkapnya.

Yang jelas, sambung Arista, dalam kandang rusa seluas hampir 4 hektare itu akan dibuat track atau alur pedistrian bagi yang mau berinteraksi dengan rusa totol di Taman Monas Selatan.

Rusa rusa itu liar, namun saat diberi makan mereka mau mendekat. Karena itu wisata bercanda dengan rusa dijadwalkan waktu memberi makan yaitu pukul 09.00 dan 15.00 WIB.

Menurut Endrati Fariani, pada 2017 lalu rumah penjaga rusa sudah diperbaiki lengkap ada kamar dan toiletnya. Kemudian 2018 ini menyusul segera diperbaiki kandang rusa dan membangun pedistriannya dengan track yang lebih nyaman dan aman.

“Di kawasan Monas ada juga burung dara dengan populasinya sekitar 130 ekor. Berapa angka pasnya sulit menghitung burung yang sering terbang,” kata Endrati yang akrab disapa Mbak Ratih itu.

Dijelaskan juga oleh Endrati, di rumah penjaga rusa juga ada kandang burung dengan beberapa lubang atau pintu, dan di sektor barat juga ada kandang burung dara dengan 32 pintu.

Pakan Rusa dari Monas

Untuk keamanan dan kesehatan rusa, pihak Monas yang menyediakan pakannya, yang terdiri dari wortel, jagung, ubi jalar dan pisang. Sedangkan untuk burung dara disediakan pakan jagung pecah, kacang hijau dan dedak.

Mengapa pakan harus aman? diceritakan Endrati Fariani, sekitar 2 tahun silam pada pagi hari didapati seekor rusa mati dalam kandang. Di dekatnya ada sisa roti murahan yang kedaluwarsa, beserta bungkus plastiknya yang sobek.

“Ternyata bungkus plastiknya juga termakan oleh rusa,” tuturnya. Diduga malam harinya ada orang yang membuang roti basi ke kandang.

Karena itu pakan rusa harus disediakan pihak pengelola Monas. Andaipun pengunjung ingin membawa sendiri pakan rusa, harus diteliti dulu oleh pihak pengelola.

Musim Kawin 

Diungkapkan Endrati, rusa totol Monas ini berasal dari Istana Kepresidenan Bogor tahun 2004. “Pada zaman Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso periode kedua,” tambahnya.

Dari jumlah puluhan berkembang menjadi lebih 100 ekor. Agar tidak over populated di kandang Monas yang luasnya hanya 4 hektare, tahun 2015 sebanyak 20 ekor rusa totol diberikan ke penangkaran rusa milik INASCO di Karawang.

“Tahun lalu sebanyak 10 ekor rusa Monas dikirimkan ke Cimory, Puncak Bogor untuk menghiasi tamannya,” ujar Endrati. Rusa Monas, kata Endrati, berkembang biak dengan pesat. Musim kawinnya antara bulan Desember sampai Januari, dan Juni sampa Juli.

“Pada saat itulah ada saja rusa jantan yang patah tanduknya akibat bertarung. Akhirnya menyendiri sampai pada kematiannya,” tutur Kepala Satuan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Monas itu.

Lebih 15 Tahun 

Untuk memelihara 100 ekor rusa UPK Monas menugaskan 2 orang petugasnya , Adang dan Benny Saputra. Sedang untuk kebersihan kandang yang luas itu dikerahkan 5 orang petugas kebersihan.

Ditemui di kandang Jumat (12/1) Benny sedang memberi makan rusa. Ada rusa jantan datang paling depan, Benny mengatakan rusa itu umurnya sudah lebih 15 tahun.

Kok tahu? mantan petugas kandang rusa Taman Margasatwa (Kebon Binatang) Ragunan itu menjawab, terlihat dari guratan muka dan kokohnya leher, disamping itu tanduknya yang sudah bercabang cabang.

“Berarti rusa itu pejantan awal dari kawanan rusa sejak dibawa dari Istana Bogor ke Monas tahun 2004,” kata Benny.

Menurutnya, rusa jantan baru mulai kawin umur 10 sampai 15 bulan saat tanduknya sudah tumbuh sekitar 15 cm. Sementara rusa betina mulai kawin saat umur 8 bulan.

“Tiap tahun ada saja rusa yang lahir. Kita hanya membuatkan tempat untuk induk dan bayi rusa. Sebab kalau kita pegang anaknya, induknya nggak akan mau dekat anaknya lagi,” tutur Benny.

Tempat sembunyi induk dan bayi rusa hanya tumpukan ranting ranting kecil di bawah pohon di mana induk dan anaknya cukup masuk di dalamnya. Semacam ruang laktasi bagi manusia.

Pengelola Kawasan Monas saat ini sedang membongkar pagar pagar taman rumput. Jumat (12/1) lalu, tampak belasan PHL mencabuti tiang pagar taman di Sektor Timur dekat Patung Kartini.

Pengamat Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Abu Galih menyayangkan pembongkaran pagar taman itu. Menurutnya, dikhawatirkan pengunjung Kawasan Monas yang disiplinnya rendah menginjak injak taman dan rerumputan yang selama ini sudah tumbuh dan indah.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.