Peduli Kelestarian Hutan Mangrove, Kapolda Bali Ikut Tanam Bibit Bakau

Denpasar |
Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra hadir dalam Kegiatan ’Peduli Hutan Mangrove Melalui Penanaman Bakau’, di Desa Nelayan Wana Segara Kertih, Kedonganan, Badung, Bali, Senin (20/12).

Pada kesempatan itu, tampak Kapolda Bali didampingi oleh Dir Binmas Polda Bali Kombes Pol Arum Priyono, Dir Polairud Polda Bali Kombes Pol Toni Ariadi Effendi, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi, dan Kapolresta Denpasar Polda Bali Kombes Pol Jansen Aviatus Panjaitan.

Dalam cuaca turun hujan, Kapolda Bali ikut terjun langsung dan bergabung dengan peserta yang lain dalam penanaman bibit pohon bakau. Polda Bali dan organisasi mitra Polri sebagai elemen masyarakat, dan dimana dilakukan penanaman pohon bakau sejumlah 1.500 pohon.

Foto: Ist.

Dalam sambutannya Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra menyampaikan, bahwa kedepan Provinsi Bali akan menghadapi event Presidensi G-20 Tahun 2022 dengan salah satu fokus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu menunjukkan keseriusan Indonesia dalam merestorasi dan merehabilit hutan bakau.

“Kita akan menghadapi event Presidensi G-20 Tahun 2022 yang bertema ’Recover Together Recover Stronger’ dengan salah satu fokus dari bapak Presiden RI, yaitu menunjukkan keseriusan Indonesia dalam merestorasi dan merehabilitasi hutan mangrove, hutan gambut dan lahan kritis sebagai komitmen yang kuat dalam persiapan menghadapi perubahan iklim,” ucapnya.

Menurut Putu Jayan, saat ini ekosistem mangrove sebagai penyeimbang kawasan pesisir mulai terancam. Kualitas lingkungan pesisir terus mengalami degenerasi seiring dengan kenaikan jumlah penduduk di kawasan pesisir. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya kebutuhan terhadap sandang, pangan, papan, air bersih dan energi.

Foto: Ist.

“Saat ini kualitas lingkungan pesisir terus mengalami degenerasi seiring dengan kenaikan jumlah penduduk di kawasan pesisir. Nenek moyang kita telah mengajarkan untuk hidup berdampingan dengan alam dan lingkungan, seperti konsep palemahan dalam Tri Hita Karana yang mengajarkan tentang hubungan baik antara manusia dengan lingkungannya,” ucapnya.

Maka dari itu, Kapolda Bali pun mengajak seluruh peserta untuk menjadikan moment tersebut sebagai waktu yang tepat untuk menanaman pohon bakau, dengan tujuan untuk membangun ekosistem hutan mangrove sebagai pilar penyangga kehidupan dalam mencegah pemanasan global dan perubahan iklim, sehingga meningkatkan kualitas lingkungan.

“Pada kegiatan penanaman pohon bakau ini juga saya selaku Kapolda Bali mengajak seluruh anggota polda bali dan seluruh masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, membangun ekosistem hutan mangrove demi kehidupan masa kini dan masa yang akan datang,” ajaknya.

Ditunjuk sebagai World Mangrove Center

Sebelumnya pada tahun 2021, Indonesia ditunjuk sebagai negara pusat mangrove dunia atau World Mangrove Center, dikarenakan memiliki paru-paru dunia berupa hutan mangrove yang tersebar di beberapa daerah seperti di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Papua Barat dan wilayah lainnya.

Khusus di wilayah Bali, terdapat beberapa hutan mangrove yang menjadi cagar budaya alam seperti di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Jembrana dan Buleleng.

Dalam pemanfaatannya hutan mangrove sendiri memiliki sejuta fungsi diantaranya sebagai sumber penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida, tempat hidup biota laut, menahan badai hingga gelombang tsunami, mencegah abrasi di wilayah pesisir serta sebagai tempat pariwisata.

Berita: Gate 13 | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: