Komisi III DPR-RI Apresiasi Lapas Klas I Cipinang Buka Layanan Kunjungan Secara Daring

Jakarta |
Pemerintah mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang diantaranya adalah membatasi kerumunan atau menjaga jarak (social distancing).

Guna menghindari terjadinya penularan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Cipinang Jakarta Timur kini menyediakan pelayanan kunjungan secara daring (online).

Pengunjung kini cukup mendaftar di ruang Pelayanan Komunikasi Masyarakat Lapas Klas I Cipinang, kemudian bisa berkomunikasi dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui perangkat komputer atau handphone.

Inovasi atau terobosan yang dilakukan oleh salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Pas Kemenkumham) itu menuai pujian dari Komisi III DPR RI yang melakukan melakukan Kunjungan Kerja (kunker) Reses Komisi III DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2021 pada hari Kamis (18/2).

Kepala Lapas Klas I Cipinang Tonny Nainggolan menjelaskan bahwa penanganan Covid-19 dan pelaksanaan protokol kesehatan di Lapas Klas I Cipinang selalu menjadi hal yang diperhatikan. Kedua tatanan tersebut dijalankan tanpa mengesampingkan pelayanan kunjungan kepada WBP.

“Kita juga memberikan kesempatan kepada narapidana untuk dapat berkomunikasi secara online kepada keluarganya ketika ada kejadian khusus mendadak, seperti ketika ada keluarganya yang meninggal. Kita akan bantu hubungkan secara virtual dari sini,” kata Tonny, dilansir Biro Humas, Hukum dan Kerjasama Kemenkumham, Kamis (18/2).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh dan Adang Daradjatun dari Fraksi PKS, memberikan apresiasi atas protokol kesehatan yang telah diterapkan di Lapas Klas I Cipinang.

“Saya mengapresiasi inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM dalam penanganan Covid-19 ini. Saya harap protokol kesehatan dapat terus dijalankan di lapas,” ucap Pangeran Khairul Saleh.

Sementara Adang Daradjatun mengemukakan apresiasinya atas antisipasi kesehatan yang dilakukan oleh para petugas di lapas yang didirikan pada tahun 1912 di era pemerintah Hindia Belanda itu.

“Saya mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Lapas Klas I Cipinang ini. Namun saya mengingatkan agar nakes (tenaga kesehatan) di lapas juga jangan sampai terlupa untuk divaksin,” pungkas Adang.

Pada kesempatan itu para anggota DPR RI yang mengikuti reses dapat melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dilakukan di lapas untuk pengunjung dan narapidana.

Selain menghadirkan layanan kunjungan secara online, ada pula inovasi-inovasi lainnya yang telah dilakukan oleh Lapas Klas I Cipinang.

Diantaranya adalah pondok konsultasi dan informasi untuk melayani WBP dan keluarga, layanan kunjungan berbasis teknologi informasi, dan pelayanan terpadu satu pintu.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: