Rumah DP Nol Rupiah Dimulai di Jakarta Timur, Warga Banyak Berminat

Jakarta |
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (18/1) lalu, meresmikan dimulainya Pembangunan Hunian DP 0 Rupiah di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Minat masyarakat terlihat besar terhadap program tersebut, terbukti sejak Jumat sampai Sabtu (20/1) program kepemilikian rumah susun hak milik pribadi itu menjadi pembicaraan masyarakat di warung kopi, media sosial, bahkan di masjid usai solat wajib.

“Kalau DP nya nol rupiah, lalu cicilannya jadi berapa? Pasti besar dong,” ujar Sunaryo usai acara dialog fajar di Masjid Al Mujahiddin, RW 03 Malaka Jaya, Jakarta Timur, Sabtu (20/1).

Sunaryo sebenarnya berminat, namun belum mengerti besar cicilannya. Ustadz Qosim, warga Nusa Indah VII, Perumnas Klender, Jakarta Timur juga tertarik rumah yang ditawarkan dengan uang muka nol rupiah itu.

“Saya berharap bisa punya rumah sendiri. Kan sudah punya KTP DKI,” ujar Qosim yang berasal dari Bandung itu. Ikhsan teman Qosim yang tertarik rumah tanpa DP itu menyesal belum ber-KTP DKI.

Sementara Abu Reyhan, warga RW 07 Cakung Barat, Jakarta Timur yang sudah lama mendambakan rumah sendiri di Jakarta, Jumat (19/1) menyatakan tertarik rumah tersebut. “Tapi ke mana mendaftarnya,” tanya bapak tiga anak itu.

Menjawab pertanyaan masyarakat, Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Timur Yuliarto, Jumat (19/1) menganjurkan agar yang berminat datang ke Sudin Perumahan Jakarta Timur untuk mendapat informasi lebih detail dan akurat.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan dimulainya pembangunan rumah susun milik (Rusunami), hunian dengan down payment (DP) 0 rupiah, di Kelapa Village, Jalan H Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Kamis (18/1).

Rusunami itu dibangun di atas lahan seluas 1,4 hektar milik PD Pembangunan Sarana Jaya sebuah BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Rencananya, hunian vertikal ini akan dibangun dua tower (menara). Tahap pertama satu tower berisi 703 unit, yang direncanakan selesai dalam 1,5 tahun.

“Ini merupakan salah satu janji Gubernur dan Wakil Gubernur waktu kampanye,” kata Yuliarto. Sekarang janji itu dijadikan program unggulan Pemprov DKI Jakarta, sekaligus sebagai upaya pemerintah dalam menghadirkan hunian bagi warga Jakarta yang selama ini ingin memiliki rumah namun kesulitan karena kendala lahan.

Gubernur Anies Baswedan dalam kesempatan itu mengatakan, sebagai proyek percontohan dibangun 703 unit. Program ini bertujuan menyediakan hunian yang layak dan terjangkau, serta memberikan kemudahan akses kepemilikan perumahan bagi masyarakat.

“Jadi kita bukan hanya sekedar janji,” ujar Anies. Diharapkan dengan ini tidak terjadinya kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat.

Menurut gubernur, dari 703 unit rumah susun itu Pemprov DKI menganggarkan dana mencapai Rp 800 miliar dalam APBD DKI 2018. Jumlah itu dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu 513 unit Tipe 36 dengan memiliki luas 36 meter persegi dan 190 unit Tipe 21 dengan luas 21 meter persegi.

“Dari masing-masing tipe perkiraan harga Rp 320 juta tipe 36 dan Rp 185 juta untuk tipe 21. Kami percaya harga ini terjangkau untuk warga Jakarta,” tambahnya.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, janji Rumah DP 0 Rupiah diterjemahkan dalam bentuk rumah susun milik (rusunami). Diharapkan, ini dapat memfasilitasi semua warga untuk memiliki rumah.

Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP diharapkan bisa dijangkau warga dengan penghasilan di bawah Rp 7 juta per bulan.

Berita: Pri | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *