Panglima TNI: Bebaskan Warga Sipil dengan Persuasif Melalui Negosiasi

Jakarta |
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, menangani masalah penyanderaan warga sipil di Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dengan cara persuasif melalui negosiasi sehingga jangan sampai ada korban.

“Saat ini TNI sedang melaksanakan pengamatan dan pengintaian,” ungkap panglima TNI, usai memberikan pengarahan kepada peserta Seminar Sehari Kerjasama TNI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Aula Gatot Soebroto Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/11).

“Karena yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah masyarakat umum, maka penanganannya harus teridentifikasi dengan jelas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, sambung Gatot Nurmantyo, akan dilakukan dengan cara soft dan negosiasi serta himbauan untuk membebaskan warga sipil yang disandera oleh OPM.

“Bagaimanapun juga rakyat harus kita lindungi. Kita juga menyiapkan cara-cara yang hard dan harus dilakukan dengan sangat teliti,” katanya.

Diungkapkan Panglima TNI, bahwa Pangdam XII/Cenderawasih telah melaporkan peristiwa penyanderaan oleh OPM terhadap warga sipil.

“Saat ini TNI telah bekerja sama dengan Kepolisian dan membentuk tim gabungan dalam menangani masalah tersebut,” pungkasnya.

Berita: Mh | Foto: Istimewa/Puspen TNI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.