Pendidikan

Korlantas Polri Tingkatkan Kompetensi PJR dan Pengawalan

Tangsel – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat profesionalisme personel yang bertugas di jalan raya. Salah satunya melalui coaching clinic bagi personel Pengawalan (Wal) dan Patroli Jalan Raya (PJR) yang digelar di Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas), Serpong, Tangerang Selatan, pada 30 September hingga 2 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kemampuan teknis personel dalam menjalankan tugas patroli, penjagaan, pengaturan, dan pengawalan (Turjawali) di lapangan.

Sejumlah materi diberikan secara intensif, mulai dari teknik mengemudi defensif dan aman (defensive and safety driving), pemahaman regulasi teknis PJR, hingga penguatan keterampilan dalam pelaksanaan tugas Turjawali.

Kepala Subdirektorat Pengawalan dan PJR Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri, Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting seiring semakin kompleksnya dinamika tugas kepolisian lalu lintas.

“Keberadaan anggota-anggota ini di lapangan memerlukan pemahaman, pelatihan, dan peningkatan kemampuan yang berkelanjutan. Melalui coaching clinic ini, kami menggembleng mereka agar lebih mantap, optimal, dan proporsional saat menjalankan tugas,” ujar Ruben saat ditemui di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, profesionalisme personel PJR dan Pengawalan tidak semata-mata diukur dari kemampuan menguasai kendaraan. Personel juga dituntut mampu mengamankan jalur, mengambil keputusan secara tepat, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Karena itu, materi teori dan praktik lapangan menjadi bagian penting dalam pelatihan. Kemampuan mengemudi harus berjalan seiring dengan disiplin, ketepatan, dan penerapan prinsip keselamatan.

“Target utama kami adalah membentuk personel yang profesional. Profesional dalam hal pengawalan, serta profesional saat melakukan tugas patroli dan penjagaan di jalan raya. Seluruh materi dan keterampilan yang dilatihkan harus benar-benar dikuasai,” tegasnya.

Selain aspek teknis, peserta juga mendapat perhatian terkait kondisi fisik. Ruben mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan kesehatan selama mengikuti rangkaian pelatihan agar seluruh materi dapat diserap secara optimal.

Program tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta. Korlantas Polri juga menerapkan pola transfer of knowledge, sehingga personel yang telah memperoleh pembekalan di tingkat pusat diharapkan menjadi agen perubahan di satuan wilayah masing-masing.

“Sekembalinya ke daerah, harus menularkan pengetahuan pelatihan ini kepada rekan-rekan sesama anggota yang belum berkesempatan hadir secara langsung di sini,” tandas Ruben.

Dengan pola tersebut, pembinaan kemampuan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga berkembang di lingkungan satuan kerja masing-masing.

Korlantas Polri berharap peningkatan kompetensi tersebut mampu mendukung pelaksanaan tugas PJR dan Pengawalan yang semakin profesional, proporsional, disiplin, serta mengutamakan keselamatan seluruh pengguna jalan. (Red/Gate 13/Foto: Ist./DivHumas)


Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from sandimerahputih.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading