Komunitas

Bali Tuan Rumah Forum UMKM Asia, Koster Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Budaya

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif penunjukan Bali sebagai lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026.

Forum berskala internasional ini dinilai strategis dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong ekonomi lokal berbasis pariwisata berkualitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri gala dinner ASBF di Prama Hotel Sanur, Denpasar, Kamis (23/4) malam. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk mendukung penuh agenda yang memperkuat daya saing pelaku usaha kecil di tingkat global.

“Penyelenggaraan Rakernas ASBF Indonesia dan konferensi internasional ini kami harapkan memberikan dampak nyata terhadap pengembangan UMKM di Bali,” ujar Koster.

Forum ini diikuti sekitar 150 peserta dari 10 negara. Kehadiran delegasi internasional tersebut, menurut Koster, turut berdampak langsung terhadap sektor pariwisata, terutama tingkat hunian hotel yang mencapai sekitar 85 persen selama kegiatan berlangsung.

Koster yang hadir bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta juga menyoroti kondisi demografi Bali. Dengan luas wilayah sekitar 5.590 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa, Bali menghadapi tantangan menurunnya pertumbuhan penduduk lokal.

Ia mengaitkan fenomena tersebut dengan keberhasilan program keluarga berencana (KB) dua anak yang berdampak pada berkurangnya penggunaan nama tradisional Bali seperti Nyoman/Komang dan Ketut.

Untuk itu, Pemprov Bali kini mendorong kebijakan insentif bagi keluarga yang memiliki anak ketiga dan keempat sebagai upaya menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Budaya adalah fondasi utama pariwisata Bali. Jika budaya tidak dijaga, maka daya tarik Bali sebagai destinasi dunia juga akan tergerus,” tegasnya.

Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa perekonomian Bali masih sangat bergantung pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, penguatan UMKM menjadi langkah strategis sebagai penopang ekonomi alternatif sekaligus penguat rantai pasok industri pariwisata.

Ia memaparkan sejumlah indikator ekonomi Bali yang relatif positif, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, dan tingkat pengangguran 1,45 persen yang termasuk rendah secara nasional.

Selain itu, angka harapan hidup mencapai 75,44 tahun dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 79,5.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Bali tengah menjalankan transformasi ekonomi berbasis kearifan lokal melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Transformasi ini mencakup enam sektor utama, yakni pertanian, kelautan dan perikanan, industri berbasis budaya, industri kecil menengah (IKM), UMKM dan koperasi, pariwisata, serta ekonomi kreatif dan digital.

“Kami mendorong pembangunan ekonomi yang hijau, berkelanjutan, dan berbasis budaya lokal guna mewujudkan Bali Era Baru yang mandiri,” jelasnya.

Melalui forum ASBF, Koster berharap lahir berbagai gagasan inovatif dan kerja sama konkret yang mampu memperluas akses pasar internasional bagi produk UMKM Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Semoga forum ini menghasilkan kolaborasi nyata dan inovasi yang memperkuat UMKM kita. Jangan lupa kembali lagi ke Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia Peng Suyoto menyatakan Rakernas menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyelaraskan strategi pengembangan UMKM di tingkat nasional dan global.

Ia menjelaskan, ASBF merupakan platform kolaboratif yang menghubungkan pelaku usaha kecil lintas negara di kawasan Asia. Fokus utamanya adalah memperkuat ekosistem UMKM melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, serta kemitraan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing dan akses pasar global.

Kegiatan ini juga dihadiri Presiden ASBF Mosaddak Ahmed Chowdhury, Chairman ASBF Hermawan Kartajaya, serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh. (Gate 13/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.