Pergelaran Wayang Kembali Meriahkan Wisata Kota Tua, Tiap Minggu Sepanjang Tahun

Jakarta |
Mulai Minggu (18/2) mendatang, Unit Pengelola Museum Seni akan menyuguhkan pergelaran wayang dari berbagai daerah setiap minggu di Museum Wayang di Kota Tua Jakarta.

Pertunjukan yang juga akan menampilkan berbagai jenis wayang tersebut, jadwalnya sudah tersusun rapi hingga Desember 2018.

Kepala Satuan Pelayanan Museum Wayang, Sumardi mengungkapkan itu Rabu (14/2), usai rapat UP Museum Seni di Museum Wayang yang dipimpin Esti Utami selaku Kepala Unit Pengelola.

Rapat hari itu diikuti Kasatpel Museum Wayang Sumardi Dalang, Kasatpel Museum Seni Rupa dan Keramik Hari Prabowo, Kasatpel Museum Tekstil Sari Permana, serta Kasatlak Informasi atau Humas Museum Seni Misari.

“Minggu 18 Februari nanti akan disuguhkan pergelaran wayang kulit pesisiran dengan dalang Ki Sukanda dan cerita Raden Pujaningrat,” kata Sumardi Dalang

Minggu berikutnya (25/2), sambung Sumardi, wayang kulit Surakarta oleh dalang Ki Kevin Aiken dengan cerita Wahyu Nugroho Jati.

Ditambahkan Sumardi, pada Minggu (4/3) akan ada wayang orang Betawi dengan dalang Ki Sukarlana mengangkat cerita Bambang Kumara.

Sementara mengenai Ki Kevin Aiken, Sumardi menjelaskan, dia adalah dalang bocah yang berbakat, cucu Ki Dalang Asman Budi Prayitno yang memiliki sanggar kesenian di Jakarta Selatan.

Secara teknis Ki Asman Budi Prayitno menuturkan pergelaran pada 25 Februari 2018 nanti akan dilakukan oleh beberapa dalang bocah.

“Namun pada adegan cerita terberat akan dipegang Kevin yang sudah lebih menguasai tekniknya,” sebut Sumardi Dalang.

Selanjutnya 11 Maret digelar wayang kulit Bali dengan dalang Ki I Gede Adi Putra mengangkat cerita Sumantri Ngenger.

Menurut Sumardi pergelaran itu berlangsung pukul 10.00 sampai 14.00 WIB di Auditorium Museum Wayang yang berkapasitas sekitar 120 an penonton.

Mengenai display atau tata pamer baru Museum Wayang, Sumardi mengakui baru selesai akhir Januari 2018, seiring selesainya renovasi gedung.

Banyak koleksi wayang unik yang dipamerkan, seperti wayang klithik terbuat dari kayu, wayang anyaman bambu, wayang saadat atau wayang santri, wayang wahyu dan wayang gedog.

Sedangkan wayang boneka tampak di ruang atas ada boneka India, wayang boneka Kanton (Cina), dan wayang golek Lenong Betawi.

“Wayang golek karya dalang Ki Tizar Purbaya almarhum itu ada 4 adegan yang menarik,” pungkas Kasatpel Museum Wayang Sumardi Dalang.

Pengamat Budaya dan Pariwisata Abu Galih mengakui baru melihat ujud wayang anyaman bambu di museum itu Selasa (13/2). Walau sulit dibentuk secara detail, tetapi tetap artistik.

Satu lagi yang menjadi perhatian Abu Galih, ada 9 wayang kulit sosok tokoh Gatutkaca, namun masing masing berbeda versi atau gaya.

Berturut-turut dari yang terkecil sampai terbesar Gatutkaca versi Bali, Banjarmasin, Banyumas, Mojokerto, Betawi, Ciamis, Cirebon, Yogyakarta dan Surakarta.

“Untuk Gatutkaca versi Bali mukanya coklat, sedang versi Mojokerto mukanya merah muda seperti Baladewa,” tutur Abu Galih.

Sementara versi yang lain seperti Banyumas, Banjarmasin, Cirebon, Ciamis, Yogyakarta dan Surakarta semuanya bermuka hitam walaupun badan dan tangannya kuning emas atau coklat muda.

“Namun khusus Gatutkaca Cirebon dan Ciamis baik muka atau wajah, badan dan tangannya hitam,” ujarnya.

Satu satunya Gatutkaca berkain kotak kotak seperti Bima, lanjut Abu Galih, hanya versi Banjarmasin. Sementara versi Yogyakarta dan Surakarta , Gatutkaca berkain panjang batik parang.

Mengenai pengunjung museum ini, tercatat Selasa (13/2) hanya 530 orang termasuk 11 orang wisatawan mancanegara (Wisman). Rabu (14/2) meningkat menjadi 846 orang termasuk 24 wisman.

Tiap akhir pekan pengunjungnya meningkat tajam meskipun sekarang musim penghujan.

Tercatat Sabtu (10/2) ada 1.543 orang termasuk 45 wisman dari Amerika, Australia, Filipina dan Cina. Minggu (11/2) ada 2.254 orang, termasuk wisman 62 orang dari Kanada, Cina dan Prancis.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.