Peringati Hari Lahir Pancasila, Pekerja Seni Tanah Air Ikut Partisipasi Ciptakan Lagu

Jakarta |
Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24 Tahun 2016 memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 juga diperingati dalam suasana pandemi Covid-19 seperti tahun sebelumnya. Untuk itu, pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2021 yang berisi pedoman peringatan Hari Lahir Pancasila.

Walaupun masih di masa Pandemi Covid-19, suasana peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 tidak menyurutkan minat para pekerja seni di tanah air untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam memperingati hari lahirnya pilar ideologis Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu kelompok pejuang seni dari Ibu Kota Jakarta, Ames Ruh band memberanikan diri mengekspresikan karya seni bermusik dengan menciptakan lagu berjudul ‘Pancasila” yang bertema ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk terus berpegang teguh kepada Pancasila dalam membangun negeri.

Penampilan Ames Ruh band di ruang galeri lukisan karya Ames. (Foto: Dok.)

Band yang terbentuk sejak tahun 2009 dengan beranggotakan Ames (vocal), Bukhori (gitar), Fadil (bass), Hafidz (drum), dan Ipung (perkusi) kerap menjuarai berbagai festival musik di ibu kota dan merupakan kelompok musisi yang sudah cukup dikenal bagi masyarakat suburban Jakarta.

Lagu ‘Pancasila’ hasil ciptaan Ames Ruh band merupakan single ke tiga yang dirilis serta dikemas berbarengan dengan pagelaran atau pertunjukan beberapa karya seni, seperti dua lagu terdahulu mereka.

Kali ini Ames Ruh band merilis lagu ‘Pancasila’ dengan dimeriahkan pameran lukisan karya Paul Hendro, yaitu seorang seniman yang mengkorelasikan lukisan-lukisannya berdasarkan memori ‘ingatan diplomasi’ dari Tokoh Proklamator Indonesia yaitu Bung Karno.

Selain itu juga ditampilkan karya seniman Bina Novida yang melukis ulang karya dari Abraham Salm tentang Jawa 150 tahun lalu dengan gaya konteks masa kini. Tidak ketinggalan Ames sang vokalis yang juga merupakan seniman diatas kanvas turut memamerkan karya lukisnya yang bertemakan Pancasila.

Selain lukisan, acara pertunjukan seni yang digelar di Veteran Art Stage yang terletak di Jalan Veteran nomor 28 Jakarta Pusat pada Selasa (1/6), juga memamerkan karya seni dari pematung Bambang Win yang menampilkan karya patung dari tokoh-tokoh Indonesia diantaranya ‘The Founding Fathers’ Soekarno- Hatta dan presiden RI ketujuh Joko Widodo (Jokowi).

Veteran Art Stage yang diwadahi oleh Budayawan Taufik Rahzen, berupaya memfasilitasi para pejuang kesenian dan mempertemukan dengan beberapa pemangku kebijakan (stakeholder). Bukan saja lembaga lembaga pemerintah akan tetapi juga lembaga perwakilan rakyat.

Bina, Yunti, Paul Hendro, Sitia, Ika, dan Bambang Win. (Foto: Dok.)

Saat tampil membawakan sebanyak tujuh lagu dan menjadikan lagu ‘Pancasila’ sebagai risalah atau penutup acara, Ames Ruh band menghibur para undangan yang hadir dengan iringan ritme musik yang membuat semua ikut bergoyang.

Mereka yang hadir dalam peluncuran single ‘Pancasila’ pada hari itu diantaranya adalah Direktur Pembudayaan BPIP Irene Sinaga dan Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanul Haq.

Pada kesempatan itu Irene Sinaga mengatakan, bahwa musik yang dikemas Ames Ruh band tidak terlalu formal namun dinilai tepat sasaran khususnya bagi para pemuda-pemudi di bumi pertiwi.

Budayawan Taufik Rahzen (kiri), Irene Camelyn Sinaga (kanan atas), dan Maman Imanul Haq (kanan bawah) saat membawakan lagu ‘Pancasila’ bersama Ames Ruh band. (Foto: Dok.)
Suasana diskusi Lagu Pancasila dengan Direktur Pembudayaan BPIP Irene Sinaga. (Foto: Dok.)

‘Menyentuh anak muda, juga berbagai genre yang diracik menjadi satu kesatuan warna musik. Syair lagu Pancasila’nya dikemas secara gaul dan tidak formal merupakan keunikan tersendiri untuk Ames Ruh,” ucapnya.

Sedangkan pada syair lagu lainnya, sambung Irene, dinilai merupakan kritikan terhadap semua elemen bangsa termasuk dirinya sendiri selaku warga negara Indonesia.

“Pancasila itu sudah begitu bagusnya dilahirkan, hanya terkadang kita mengkotori dengan perilaku-perilaku kita sendiri. Saya ingin sekali kalau lagu-lagu dari Ames Ruh bisa didengar lebih luas. Kembali kita menyadari untuk mengkoreksi diri kita sendiri,” pungkasnya.

Senanda dengan Irene, Taufik Rahzen menanggapi bahwa lagu Pancasila karya Ames Ruh band sangat cukup untuk menggedor dunia. Namun disatu sisi juga penting untuk dunia bathin yang ada di dalam diri sendiri.

“Pancasila itu bukan sesuatu yang diciptakaan dari luar, tetapi lebih banyak hasil dari tindakan bersama, jadi tindakan kolektif bersama. Itulah yang di maksud dengan Pancasila, jadi bukan imbauan-imbauan moral, tetapi adalah tindakan kebudayaan,” imbuhnya.

Lukisan karya Paul Hendro (kiri), dan Patung Proklamator karya Bambang Win. (Foto: Dok)

Sementara itu, Ames kepada awak media mengatakan bahwa pihaknya juga berencana merilis lagu ‘Pancasila’ gubahan mereka ke dalam kanal Youtube. Menurutnya saat ini video klip lagu Pancasila yang akan ditayangkan di jaringan medsos tersebut sedang dalam proses pengambilan gambar dan penyuntingan.

“Lagu Pancasila akan segera kami rilis di channel youtube AmesRuh Official. Salam wajah negeri yang masih nampak dipermukaan,” imbuhnya sembari sumringah.

Berita: Dik/Fy | Foto: Dok./Istimewa

Galeri Lukisan Karya Paul Hendro. (Foto: Dok.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: