Gubernur dan Kapolda Bali Tinjau Lokasi Banjir Jembatan Bilukpoh Mendoyo Jembrana

Denpasar |
Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra beserta rombongan melaksanakan kunjungan ke lokasi banjir Bilukpoh Mendoyo, Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (18/10).

Kunjungan Gubernur Bali Bersama Kapolda Bali dalam rangka melihat situasi dan kondisi secara langsung wilayah yang terdampak bencana dan para warga yang mengungsi di tempat pengungsian sementara.

Kunjungan Gubernur bersama Kapolda disambut oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Teguh Dwi Raharja, dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan pengecekan situasi dan kondisi pasca banjir di lokasi Jembatan Bilukpoh dan melakukan kunjungan ke posko pengungsian di lingkungan Bilukpoh Kangin Kelurahan Tegalcangkring, dan diterima langsung oleh Kelihan Tempek Bilukpoh Kangin.

Terakhir rombongan Gubernur dan Kapolda juga melakukan kunjungan ke Posko Pengungsian di Banjar Anyar Kelod Desa Penyaringan, dan kehadiran mereka diterima langsung oleh Perbekel Desa Penyaringan.

Usai mendampingi kunjungan Gubernur Bali bersama Kapolda Bali, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana kepada awak media menyampaikan, bahwa siang tadi sekitar pukul 13.00 WITA pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah hadir ke lokasi banjir Jembatan Bilukpoh untuk melakukan uji lapangan.

Lebih lanjut orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Jembrana ini menjelaskan, bahwa hasil uji lapangan menilai jembatan tersebut masih bisa dilalui kendaraan.

 “Kami sampaikan juga kepada Balai untuk tetap selektif satu arah buka tutup. Kami juga mengimbau kepada pemakai jalan untuk tetap tertib,tidak saling salip dan tetap bersabar kami akan upayakan kelancarannya,” ujar AKBP I Dewa Gde Juliana.

Sementara untuk truk-truk besar, sambungnya, sudah bisa jalan lewat Mendoyo namun masih dengan buka tutup. Menurut AKBP I Dewa Gde Juliana dalam proses buka tutup ini pasti ada kendala dan ada antrean namun akan berjalan.

“Kecuali yang emergency tentu kita harus paham berkaitan dengan ambulance dan mobil jenazah tentu kita akan berikan prioritas, sekali lagi saya mohon agar jaga ketertiban jangan saling salip,” pungkasnya.

Berita: Red/Gate 13 | Foto: Ist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.