Gubernur Bali Dorong Dukungan Pusat untuk Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah
Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa laju pertumbuhan kendaraan di Bali kini jauh melampaui kapasitas infrastruktur yang tersedia, sehingga memicu kemacetan di berbagai wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Koster, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi kendala utama dalam mengatasi persoalan tersebut. Ia menilai, pemerintah pusat seharusnya memberikan dukungan lebih besar mengingat kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional sangat signifikan.
“Fiskal Bali tidak mampu menyelesaikan masalah ini sendiri. Seharusnya bisa didukung pusat karena kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata sangat besar,” ujarnya.
Ia memaparkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,05 juta orang. Dengan rata-rata pengeluaran sebesar 1.522 dolar Amerika Serikat (AS) per kunjungan, perputaran uang di Bali diperkirakan mencapai Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia.
Namun di balik capaian tersebut, Koster menilai pertumbuhan pariwisata juga memunculkan persoalan serius, terutama kemacetan dan pengelolaan sampah.
Ia menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah yang dipicu oleh keterbatasan konektivitas, terutama menuju daerah seperti Jembrana, Buleleng, dan Karangasem.
“Seluruh Bali adalah destinasi wisata, tetapi konektivitasnya belum merata. Akses ke beberapa wilayah masih sulit dan memakan waktu lama,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Koster mengaku telah melakukan berbagai langkah, termasuk mengajukan usulan pembangunan infrastruktur kepada Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang membidangi infrastruktur.
Ia juga berharap kehadiran KADIN Indonesia dapat membantu mendorong percepatan pembangunan melalui komunikasi dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam menyusun dokumen strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (Gate 13/Foto: Ist.)
“Kami akan bersama-sama menghitung kebutuhan infrastruktur, termasuk potensi investasi dan tingkat pengembaliannya agar bisa disampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Anindya.
Diketahui, pada kesempatan tersebut KADIN Provinsi Bali juga mengukuhkan dan melantik jajaran dewan kehormatan, dewan penasehat, dewan pertimbangan, serta dewan pengurus masa bakti 2025–2030, dengan I Made Ariandi kembali menjabat sebagai Ketua Umum.

