GM PLN Adi Priyanto Harap Bali Segera Jadi Pintu Gerbang Dunia Energi Bersih

Denpasar |
Pulau Bali merupakan wisata dunia yang tidak hanya dikenal dengan keindahannya namun juga keasrian alamnya yang masih terawat dan terjaga.

Menetap di Pulau Dewata banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi dan memunculkan ide gagasan untuk menciptakan hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.

Hal itu dikemukakan oleh General Manager PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali Adi Priyanto, saat diwawancai oleh awak media, di Denpasar, Bali, Jumat (10/7).

Bagi Adi, sejak pertama kali mengabdi di perusahaan penyuplai listrik milik negara, Bali adalah tempat nomor satu dan yang utama yang harus dijaga kelestarian alam dan keasriannya. Jangan sampai dirusak dan tercemar oleh limbah ataupun polusi.

“Bali adalah rumah pertama saya dan Bali menjadikan saya banyak belajar tentang banyak hal,” katanya seraya menambahkan, bahwa provinsi yang juga dijuluki Pulau Seribu Pura itu bagaikan air suci tirta empul yang jernah nan agung.

Keasrian yang sangat luar biasa itu, sambung Adi, membuat dirinya tertegun sehingga tercetus ide dan gagasan bagaimana suatu saat nanti bisa melayani masyarakat dengan energi mandiri dari Bali untuk dunia.

“Bagaimana cara menciptakan energi bersih yang mandiri untuk Bali, sudah saya pikirkan sejak saya menjadi Manager Bali Timur yang wilayahnya mencakup Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karangasem,” ungkapnya.

Adi Priyanto mengisahkan pengalaman sewaktu mengunjungi Istana Tampaksiring, Gianyar. Dalam benak orang nomor satu di jajaran PLN Bali itu sempat terbesit, bagaimana menciptakan energi bersih yang mandiri bagi daerah yang keaslian alamnya harus dipertahankan.

Keinginan tersebut semakin kuat saat saya mengunjungi Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. “Melihat keindahan disana menambah dan mendorong semangat saya untuk mewujudkan energi mandiri bagi Bali,” terangnya.

Menurut Adi bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dapat mencipatan energi bersih mandiri di Bali, kekayaan alam yang luar biasa menjadikan semua yang dibutuhkan untuk mendukung terwujudnya energi bersih mandiri sudah tersedia.

Diakui oleh GM PLN UID Bali itu, dirinya sangat bersyukur Pemerintah Povinsi (pemprov) Bali menerbitkan dua regulasi demi  terciptanya pasokan energi bersih pada 2022 mendatang.

Keduanya adalah Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Kedua peraturan ini, sambungnya, saling terkait karena menyangkut permasalahan pengunaan energi bersih dan ramah bagi lingkungan Bali khususnya.

“Sumber energi yang digunakan pun sangat ramah lingkungan dapat terbarukan, diantaranya adalah sinar matahari, tenaga air, angin, panas bumi, biomassa, biogas,” papar mantan Executive Presiden Electricity System Planning Direktorat Korporat PLN Pusat itu.

Disamping itu juga pengunaan energy bersih tersebut dapat juga menggunakan sampah di kota ataupun desa. “Selain gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut, serta bahan bakar nabati cair, juga menjadi bagian alternatif menciptakan sumber energi,” pungkas Adi.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Bali Wayan Koster bulan November tahun lalu mengemukakan lima program prioritas pembangunan energi bersih.

Beberapa diantaranya pembangkit dan penggunaannya, pembangunan transportasi ramah lingkungan, serta pembangunan politeknik dan pusat studi energi bersih di Kabupaten Bangli.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: