Pemkot Jakarta Timur Dorong Pembinaan Karakter melalui LFPB Aksara Nawasena
Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mendorong pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan positif dan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui Lomba Formasi Pengibaran Bendera (LFPB) Aksara Nawasena Piala Wali Kota Jakarta Timur 2026 tingkat SMP dan SMA/sederajat.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada para pemenang oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).
Dalam kompetisi tersebut, SMP Negeri 180 ditetapkan sebagai juara umum tingkat SMP/sederajat. Sementara pada tingkat SMA/sederajat, gelar juara umum diraih SMA Negeri 62 Jakarta.
Para juara umum berhasil menunjukkan keunggulan dalam sejumlah kategori penilaian, yakni Komandan Terbaik, Pembawa Baki Terbaik, Pengibar Terbaik, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Terbaik, Formasi Terbaik, dan Pasukan Terbaik.
Kusmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya LFPB Aksara Nawasena 2026 sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Dukungan tersebut berasal dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur, Ketua Paskibraka Jakarta Timur, Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kota Jakarta Timur, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, orang tua, guru, serta para peserta didik.
Menurut Kusmanto, LFPB memiliki nilai strategis sebagai sarana pembinaan generasi muda, khususnya pelajar. Selain meningkatkan keterampilan dalam kegiatan kepaskibrakaan, lomba juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan rasa percaya diri.
“Lomba ini merupakan momentum kita dalam rangka memberikan pembinaan kepada generasi muda, terutama para pelajar. Dengan adanya lomba ini, pendidikan Paskibraka dalam rangka membentuk karakter anak-anak remaja kita supaya bisa tampil maju dan mengisi kreativitasnya,” katanya.
Berkelanjutan sebagai Wadah Pembinaan
Kusmanto menjelaskan, LFPB Aksara Nawasena 2026 merupakan pelaksanaan kedua setelah kegiatan tersebut sempat vakum sejak 2019.
Atas dasar itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap kegiatan LFPB dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga menjadi salah satu wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi pelajar secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Bagi peserta yang meraih juara, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkembang. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi dapat dijadikan pembelajaran untuk memperbaiki kemampuan.
“Kepada peserta yang juara, kami mengucapkan selamat. Yang tidak juara, anggap ini sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter, supaya tetap mengisi hal-hal yang baik dalam mengembangkan sekolah dan belajarnya sehingga bisa mencapai cita-citanya,” paparnya.
Kusmanto juga mengajak para pelajar bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan positif. Ia menekankan pentingnya menjauhi tawuran remaja, narkoba, kekerasan, serta bullying atau perundungan.
“Pesan kami, tidak ada lagi tawuran remaja, tidak ada lagi narkoba yang menghantui para pelajar, dan tidak ada lagi bullying atau perundungan di kalangan siswa,” imbuhnya.
SMAN 62 Jakarta Andalkan Konsistensi
Sementara itu, Pelatih Paskibraka SMA Negeri 62 Jakarta, Fajar, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya meraih juara umum tingkat SMA/sederajat.
Ia menjelaskan, prestasi tersebut merupakan hasil persiapan yang dilakukan secara konsisten melalui latihan rutin dan penguatan daya juang para peserta. Dukungan serta doa dari orang tua dan seluruh pihak yang terlibat juga dinilai menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim.
“Yang kami persiapkan menuju lomba ini adalah giat dan konsistensi latihan, serta daya juang dan doa orang tua serta rekan-rekan yang mendukung kami semuanya,” ungkap Fajar.
Fajar turut mengajak seluruh pelajar, khususnya di Jakarta Timur, untuk menjaga diri dan lingkungan pergaulan dengan menjauhi tawuran, narkoba, serta kekerasan.
“Mari kita anti-tawuran, anti-narkoba, dan anti-kekerasan,” pungkasnya.
Melalui LFPB Aksara Nawasena 2026, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap semangat kompetisi dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter.
Dengan demikian, kegiatan kepaskibrakaan tidak hanya melahirkan pelajar berprestasi, tetapi juga generasi muda yang disiplin, percaya diri, kreatif, bertanggung jawab, serta mampu mengembangkan diri dan memberikan dampak positif bagi sekolah maupun lingkungan. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

