4100 Tenaga Pariwisata se DKI, Selesai Dilatih Lebih Profesional

Jakarta |
Dalam tahun 2017 sudah 4.100 tenaga industri kepariwisataan menengah ke bawah mengikuti pendidikan di Pusat Pelatihan Profesi Kepariwisataan Disparbud DKI Jakarta.

Mereka itu tenaga pemandu wisata, bel boy, room boy dan lain-lain, agar lebih profesional menjalankan tugasnya masing masing.

Demikian Kepala Pusat Pelatihan Profesi Kepariwisataan (P3K) Disparbud DKI Jakarta Sahat Sitorus di kantornya, kepada Restorasi News Senin (8/1).

“Dengan pelatihan itu diharapkan mereka dapat meningkatkan pelayanannya dalam industri pariwisata di DKI Jakarta. Khususnya di hotel-hotel melati maupun homestay,” kata Sahat.

Dari jumlah 4.100 orang itu, sambung Sahat, sudah termasuk pelaku industri pariwisata Kepulauan Seribu sebanyak 130 orang.

“Khusus Pulau Seribu materi pelatihan meliputi tata kelola home stay, wisata bawah laut diving (selam) dan peningkatan mutu SDM,” jelas Sahat.

Diakui Sahat Sitorus, peningkatan pelayanan itu penting, terutama tahun 2018 ini, Jakarta bersama Palembang menjadi tuan rumah Asian Games XVIII yang diikuti 45 negara se Asia. “Kami telah lakukan sesuai arahan Kadisparbud DKI, Bu Tinia Budiati,” sambungnya.

Materi yang diberikan antara lain seputar Sapta Pesona Kepariwisataan Indonesia, dikaitkan dengan 23 butir program prioritas Gubernur Anies Baswedan.

Sahat tak mengelak telah ada 2000 volunteer Test Event Asian Games XVIII yang telah mengikuti pelatihan kepariwisataan dan bidang lainnya. Namun diakuinya itu bukan wewenangnya. “Itu wewenang INASGOC untuk menjelaskannya,” sergah Sahat.

Namun Sahat juga mengaku pihaknya diminta belasan pelatih untuk bidang kepariwisataan dan kebudayaan. “Sudah kami berikan yang paling baik, di antaranya Candrian, Yan Simanjuntak dan Revalino dari HPI DKI,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Disparbud DKI Hari Wibowo ketika ditemui. Senin (8/1), mengharapkan agar pelaku industri pariwisata di Jakarta mempersiapkan diri sebaik mungkin menyambut Test Event mulai 10 Februari 2018.

Disamping juga melakukan persiapan menyambut berlangsungnya Asian Games XVIII mulai 18 Agustus sampai 2 September 2018. “Semua destinasi wisata di DKI Jakarta harus siap,” tegasnya.

Hari Wibowo yakin bahwa destinasi wisata milik Disparbud DKI sudah siap. Seperti Kawasan Taman Monas dan Tugu Monas, sejak September 2017 sudah mulai bebenah.

Kasubag Tata Usaha UPK Monas Arista mengatakan Lorong Bawah Tanah yang lebih 2 bulan diperbaiki dengan AC Chiller baru, dan sudah rampung dan sejak 2 Januari 2018 dibuka untuk pengunjung Tugu Monas.

Demikian pula dengan Museum Sejarah Jakarta, sejak pekan terakhir Desember 2017 sudah siap dengan tata pamer baru.

Kepala Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati meyakinkan pengunjung museumnya akan lebih puas dengan tata pamer dan alur kunjungan cara baru yang lebih informatif. “Kami siap dengan Test Event Asian Games XVIII,” katanya.

Pengamat budaya dan pariwisata Abu Galih mengemukakan, bahwa Museum Sejarah Jakarta di Kota Tua dan Tugu Monas di Jakarta Pusat sama-sama menyedot pengunjung hingga 11.000 dalam sehari.

Menurutnya, hal itu terjadi pada puncak-puncak keramaian wisata liburan panjang seperti yang terjadi pada Minggu 24 Desember 2017 silam.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *