Tahun 2017 Pengunjung Monas Capai 1.783.441, Kereta Wisata Diganti Mobil Golf

Jakarta |
Realisasi pengunjung wisata Tugu Monumen Nasional (Monas) selama tahun 2017 mencapai 1.783.441 orang. Itu berarti mengalami peningkatan 8,3 persen dari tahun 2016 dengan pengunjung 1.646.840 orang.

Untuk memenuhi program Kawasan Monas Go Green, kereta wisata Monas yang selama ini menggunakan BBM akan diganti dengan mobil golf yang beroperasi dengan tenaga listrik.

Demikian diungkapkan Kepala Satuan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Monas Dra Endrati Fariani, di kantornya di Jakarta, Senin (8/1).

“Untuk pengganti kereta wisata Monas, akan ada 10 buah mobil golf. Prosesnya lelang dan sudah dibuat berkas- berkasnya, namun kini belum selesai,” jelasnya. Ditambahkan Endrati, tiap mobil golf kapasitasnya antara 6 sampai 8 orang.

Menurut catatan, Kereta Wisata Monas yang ada saat ini pertama kali diresmikan untuk beroperasi melayani wisatawan Tugu Monas pada 9 Maret 2008 oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

“Selama ini ada dua rangkaian kereta wisata, dengan tiap rangkaian terdiri dari 3 kereta,” kata Endrati.

Mengulang catatan Kepala Subbag TU UPK Monas Arista, dijelaskan Endrati Fariani, pendapatan retribusi Tugu Monas tahun 2017 Rp 11,2 miliar lebih atau tepatnya Rp 11.239.889.878 yang berarti mencapai 100,63 persen dari target.

Dibandingkan kunjungan tahun 2016, pengunjung kawasan monumen yang didirikan oleh Presiden Ir Soekarno ini,  meningkat 58,38 persen, dengan retribusi hanya Rp 10,3 miliar, tepatnya Rp 10.302.181.006.

Kemudian yang spektakuler, tahun 2017 lalu jumlah kunjungan ke Kawasan Monas mencapai 14,8 juta lebih, tepatnya 14.882.421 orang.

Disamping bisa menikmati wisata belanja cinderata dan kuliner di Lenggang Jakarta IRTI, pengunjung juga mendapat hiburan atraksi Air Mancur Menari, kawanan rusa totol yang sedang merumput, serta teduhnya hutan kota dengan hamparan rumput yang hijau.

Namun Arista menyayangkan banyak wisatawan yang meninggalkan sampah di mana-mana, termasuk di rerumputan. Padahal rerumputan merupakan salah satu medan yang kondisinya sulit untuk disapu.

Pada grafik dapat terlihat tiap bulan pengunjung kawasan Monas yang bebas retribusi jumlahnya 6 kali lipat daripada pengunjung Tugu Monas yang dikenakan retribusi.

Akan tetapi menginjak Desember hampir 20 kali lipat. Tercatat pengunjung Tugu Monas hanya 215.207 orang, sedangkan pengunjung Kawasan Monas 4 juta lebih, tepatnya 4.232.387 orang.

Dijelaskan oleh Arista, jumlah pengunjung dapat dilihat dan dihitung saat melewati pintu masuk. “Jadi tiap pintu masuk Kawasan Monas pengunjungnya dihitung,” ungkap Arista.

Bila masuk ke dalam Tugu Monas. Bila pengunjung dapat melihat patung dada beberapa pahlawan nasional, diantaranya adalah patung Diponegoro, Chairil Anwar dengan sajaknya Krawang Bekasi, Mohammad Husni Thamrin

Disamping itu, pengunjung juga dapat melihat monumen kesejarahan Jakarta, dan Indonesia pada umumnya, sepperti monumen kebulatan tekad rakyat Indonesia untuk merdeka dalam peristiwa IKADA , 17 September 1945.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *