1,5 Juta Lebih Pengunjung Monas Hasilkan Retribusi Rp 9,8 Miliar

Jakarta |
Pengunjung Tugu Monumen Nasional (Monas) tahun 2017 sampai November mencapai 1.579.141 atau 1.579.000 orang lebih.

Jumlah itu   sudah termasuk wisatawan mancanegara 16.013 orang, yang menghasilkan retribusi daerah Rp 9,8 Miliar lebih, atau tepatnya Rp 9.813.583.519. Itupun belum termasuk retribusi pemakaian lokasi Monas untuk shooting Rp 12 juta dan pemakaian kawasan Monas dan Proklamasi Rp184,25 juta.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pelayanan UPK Monumen Nasional, Dra Endrati Fariani ME kepada Restorasi News, Rabu (12/12). Sementara pengunjung kawasan Monas mencapai 10,65 juta orang dan paling banyak pada bulan Agustus mencapai 1.386.846 orang, atau 1,38 juta orang lebih.

Menurut Endrati, pengunjung kawasan Monas juga dapat melihat kawanan rusa totol yang sedang merumput di Taman Monas Selatan yang dipagar. “Jumlah rusanya ada 96 ekor, setiap hari diberi makan 2 kali yaitu jam 9 pagi dan jam 3 sore,” ujar Endrati yang akrab dipanggil Ratih itu.

Saat itulah pengujung kawasan Monas dapat melihat dan berinteraksi dengan rusa rusa yang berasal dari Istana Kepresidenan Bogor itu. Pengunjung Tugu Monas selama 2017 paling banyak pada bulan Juli dengan 247.782 orang,  termasuk wisatawan mancanegara 1.320 orang.

Sejak September 2016 untuk masuk Tugu Monas menggunakan sistem E-tiketing yang praktis bagi yang sudah paham. Sementara selama tiga bulan terakhir pengunjung Tugu Monumen Nasional setinggi 132 meter itu  tidak susut, walaupun ada perbaikan sistem pendingin ruangan di terowongan Monas.

Hal tersebut disebabkan jalan masuk ke areal monumen yang dibangun sejak tahun 1961 itu dialihkan langsung ke halaman Monas sebelah utara. Semula lewat lorong bawah tanah atau terowongan sepanjang 100 meter dari belakang Patung Pangeran Diponegoro ke kantor UPK Monas.

Banyaknya pengunjung Kawasan Monas ini menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPK Monas Arista, karena adanya atraksi Air Mancur Menari di Taman Monas Barat. “Saat itu Air Mancur Menari baru beroperasi lagi, setelah bertahun-tahun rusak,” terang Arista.

Menurutnya pengunjung Tugu Monas sejak September rata-rata perbulan jumlahnya 140.000 orang. “Hal yang baru Tugu Monas ini buka sampai jam 22.00 WIB,” katanya.

Sedang Air Mancur Menari di Taman Monas Barat dioperasikan malam hari hanya satu jam mulai pukul 19.30 sampai dengan 20.30 WIB. “Rabu lalu lewat pukul 15.00 WIB tampak antrean naik lift Monas cukup panjang,” kata Arista.

Mohammad, Kepala Tata Usaha SDN 23 Lalang, Manggas, Kabupaten Belitung Timur mengaku sudah 2 kali ke Monas. Namun baru kali ini ia mau merasakan naik lift hingga puncak Monas. Mohammad harus rela antre panjang selama seperempat jam. Diakuinya, itu pun masih dua puluhan orang lagi menjelang pintu masuk lift.

“Sekarang lebih bersih. Spot-spot pedagang ditaruh di sana,” tutur sahabat Mohammad bernama Adit, seorang warga Kayumanis Matraman, yang menemani Mohamad ke Monas

Sedangkan Ernst, wisatawan mancanegara dari kota Gouda, Belanda, mengaku baru 2 hari di Jakarta. “For the first time I come here,” ujarnya. Karena baru pertama kali di Indonesia, Ernst bersama seorang temannya ingin berkeliling di Jakarta dulu, sambil cari informasi untuk menuju destinasi wisata selanjutnya.

Para wisatawan pada umumnya terlebih dahulu menikmati diorama di Museum Monas yang berada di bawah tanah. Menikmati lagu lagu kebangsaan dan perjuangan, melihat tempat penyimpanan bendera pusaka dan kemudian naik ke Cawan Monas.

Setelah puas di cawan, baru naik ke pumcak untuk menikmati pemandangan gedung gedung dan taman di sekitarnya. Namun disayangkan, pagar Monas yang penuh relief indah itu terlewati pengunjung. Padahal ada beberapa patung yang tangannya buntung dan ada juga yang kepalanya penyok.

Berita: Pri | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *