138 Koleksi Museum Bahari Hangus, Termasuk Perahu Langka dan Miniatur Kapal Ternama

Jakarta |
Sebanyak 138 buah benda berharga milik Museum Bahari di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara hangus tak terselamatkan akibat kebakaran pada Selasa (16/1).

Diunngkapkan Kepala Museum Kebaharian Jakarta Husnison Nizar, Rabu (17/1), dari jumlah itu di antaranya koleksi perahu Cadik Pantai Selatan, Perahu Layar Lambo, Perahu Sope, perahu langka dan miniatur kapal ternama.

Koleksi yang terbakar diantaranya KRI Multatuli, mercu suar, teropong alat navigasi kuno, 3 proyektor, 4 CCTV, genset, mesin penyedot air rob dan boneka maneqin tokoh legenda bahari nusantara maupun dunia ikut hangus dilalap api.

“Semuanya telah dilaporkan ke Gubernur Anies Baswedan oleh Ibu Tinia Budiati selaku Kadisparbud DKI Jakarta,” tambahnya.

Kadisparbud DKI pada Selasa (17/1), meninjau lagi kondisi Museum Bahari pasca kebakaran sambil memberikan keterangan kepada wartawan maupun komunitas arkeolog dan pecinta museum yang berdatangan.

Sementara karyawan museum dibantu PPSU dari kelurahan Penjaringan bekerjabakti membersihkan puing-puing. Koleksi yang selamat, terang Husnison, dibilas dengan air tawar setelah terendam air laut ketika pemadaman.

Ada 4 koleksi perahu antara lain Kalimaya Rescue, Perahu Mutiara dan cadik Papua diletakkan di Ruang Pamer Temporer Gedung A. “Kami melakukan pembilasan koleksi yang selamat tetapi terendam air laut,” kata Husnison yang akrab disapa Pak Sonni itu.

Tercatat bagian utara gedung A yang dibangun tahun 1719 dan gedung C yang dibangun tahun 1773 hangus. Gedung bekas gudang rempah rempah zaman VOC itu di atas lahan 9.000 m2 itu dibangun bertingkat dengan lantai atasnya dari kayu.

Menurut Husnison, Kamis (18/1), Museum Bahari belum boleh dibuka. “Menunggu izin Polisi, karena masih dilakukan penyelidikan. Sekarang listriknya juga masih dimatikan,” ujarnya.

Wartawan Sandimerahputih.com yang datang ke Museum Bahari bersama Kepala UP Kawasan Kota, Norviadi Setio Husodo Rabu jam 15.00 mendapati Kepala Museum Seni, Esti Utami, Kepala Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati, arkeolog Candrian Attahiyat dan Taufik Ahmad berdiskusi dengan partnernya masing. Sementara puluhan PHL kebersihan dan PPSU baru selesai bersih bersih.

Tampak Kasubag TU Museum Bahari, Ayik dan Rusnawati hingga lewat jam 16.30 WIB masih di kantor. Sedangkan Polisi, Satpol PP, Dishub, mobil Damkar dan Penanggulangan Bencana masih berjaga di sebelah timur maupun barat lokasi eks kebakaran yang diberi police line.

Sementara itu Drs Dirman Surachmat, mantan Kepala Dinas Museum dan Sejarah tahun 1990 an kemarin menyatakan prihatin atas bencana tersebut. “Kita harapkan tiap pimpinan museum harus hati-hati. Inventarisir semua koleksi,” ujarnya. Dengan demikian bila terjadi kehilangan atau kebakaran dapat diketahui koleksi mana yang hangus ataupun hilang karena dicuri.

Dirman menuturkan, organisasi Disparbud sebaiknya dimekarkan sehingga permuseuman terpisah dari Dinas Pariwisata. Dengan demikian pimpinan dan karyawannya lebih fokus dengan kompetensi lebih tinggi.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.