Warga Singosari Minta Festival Lampion Digelar Tiap Tahun

Malang |
Warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang tergabung dalam komunitas KOMPAK, Jumat (17/11) menyatakan terkesan dengan suksesnya Festival Lampion Singosari 2017 yang dilaksanakan Yayasan Lentera bersama tiga pilar Kecamatan Singosari, Sabtu (11/11) malam.

Event yang diikuti 67 kelompok peserta itu, diharapkan agar dapat diadakan tiap tahun. Disamping untuk memperingati HUT Kabupaten Malang 28 November, juga untuk daya tarik wisata Singosari dan menggali potensi dan bakat generasi muda dalam berkesenian.

“Pawai lampion itu start nya tak jauh dari tempat kami. Sungguh bagus. Saya kira ini harus disekenggarakan tiap tahun. Soalnya untuk memperingati hari jadi Kabupaten Malang,” kata Suhariadi, Sekretaris KOMPAK Singosari kepada Restorasi News, Jumat (17/11).

Pendiri KOMPAK Surti Utami Supraptomo,sehari sebelumnya menyatakan ungkapan yang sama. “Lampionnya berwarna warni bentuknya pun bermacam macam. Sayang start nya terlalu malam sehingga finish nya pun tengah malam,” kata Surti.

Hal senada disuarakan Hendaryanti, Pimpinan Perkumpulan PEKSI Singosari yang juga warga Kelurahan Candirenggo, merasa bangga dengan kreativitas generasi muda kelurahannya sehingga lampion Candirenggo berhasil meraih Juara 1 dari 67 peserta.

Lain lagi dengan Taseri Asan, Ketua KOMPAK yang berdomisili di Singosari Timur, dan warga Tumapel bernama Fuad Effendi. Kedua orang ini meskipun mendukung Festival Lampion, namun protes karena rutenya hanya di sebelah barat jalan raya. “Akibatnya kami yang tinggal di sebelah timur Jalan Raya tidak kebagian nonton hiburan gratis,” ujar Taseri.

Kedua sesepuh Singosari ini tetap mengapresiasi upaya Camat Singosari Eko Mardiyanto dan Tripikanya menggairahkan lagi lomba-lomba yang puluhan tahun lalu sering dilakukan. “Tak kalah pentingnya lomba kebersihan,” tambah mereka.

Camat Eko Mardiyanto pada acara Festival Lampion Singosari 2017, Sabtu (11/11) malam, mengutarakan acara ini disamping peringatan HUT ke 1257 Kabupaten Malang juga guna meningkatkan daya tarik pariwisata dan perekonomian rakyat Singosari. Ia pun berjanji festival itu akan diselenggarakan tiap tahun.

Setelah dinilai dewan juri maka Juara 1 Kelurahan Candirenggo, Juara 2 SMK Plus Al Ma’arif, Juara 3 Kelurahan Pagentan Walisongo, Juara Favorit Tejosari Candirenggo.

Melihat dari sejarah, Singosari merupakan bekas kerajaan sejak tahun 1222 selama hampir seabad banyak peninggalan bangunan dan budaya. Diantaranya Candi Singosari dan Candi Sumberawan dan sepasang arca raksasa Dwarapala.

Berita: Pri | Foto: Istimewa/Pri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.